Pixel Code jatimnow.com

Hadiri Pengukuhan Pengurus FOR SANTRI, Ini Harapan Plt Bupati Tulungagung

Editor : Bramanta  
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin saat menghadiri acara pengukuhan pengurus FOR SANTRI. (Foto: Prokopim for jatimnow.com)
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin saat menghadiri acara pengukuhan pengurus FOR SANTRI. (Foto: Prokopim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menghadiri pengukuhan jajaran Koordinator Daerah (Korda) dan Koorinator Kecamatan (Korcam) Forum Santri Indonesia (FOR SANTRI) Sub Korwil 6. Pengukuhan ini berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (23/7/2026) sore.

Sub Korwil 6 FOR SANTRI mencakup Kabupaten Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan. Ketua Umum FOR SANTRI Indonesia, KH Abdul Fatah Ifanda, memimpin langsung prosesi pelantikan sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada para Ketua Korda di wilayah Sub Korwil 6. Penyerahan diawali kepada Ketua Korda Tulungagung, Dasar, kemudian dilanjutkan kepada Ketua Korda Trenggalek, Ustadz Wiyono, serta pengurus dari daerah lainnya.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan FOR SANTRI di wilayah Sub Korwil 6. Ia berharap organisasi tersebut mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan pemberdayaan ekonomi.

"Santri memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa sehingga perlu terus didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjaga persatuan, kerukunan, dan kondusivitas daerah," ujarnya.

Baharudin juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Tulungagung siap menjalin sinergi dengan FOR SANTRI dalam berbagai program strategis, mulai dari penguatan pendidikan dan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, kegiatan sosial dan kepemudaan, hingga pelestarian nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga:
Gantikan Ayahnya, Wahyu Resmi Dilantik Sebagai Anggota DPRD Tulungagung

"Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik demi memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum FOR SANTRI Indonesia, KH Abdul Fatah Ifanda menegaskan FOR SANTRI dibentuk untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat, khususnya kalangan santri, agar mampu menjadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah.

Baca juga:
Oleng ke Tengah Jalan, Pesepeda di Tulungagung Tewas Tertabrak Motor

Menurutnya, organisasi tersebut mengusung dua fokus utama, yakni revolusi mental dan pemberdayaan ekonomi. FOR SANTRI tidak memberikan bantuan modal secara langsung, melainkan menyediakan pembinaan serta memfasilitasi akses permodalan bagi anggota yang dinilai memiliki komitmen dan integritas.

"Nasib suatu kaum bergantung pada usahanya sendiri. Indonesia adalah negeri kaya raya, namun kuncinya ada pada kemauan rakyatnya untuk mengubah mentalitas dari mengharap belas kasihan menjadi pejuang mandiri," pungkasnya.