Pixel Code jatimnow.com

Mbak Vinanda Awali Penyaluran BLT DBHCHT 2026, Sasar 5 Kelompok Penerima Manfaat

Editor : Yanuar D  
Mbak Vinanda menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Mbak Vinanda menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Kediri mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026. Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang dirangkaikan dengan apel bersama di Kantor Kecamatan Pesantren, Kamis (23/7/2026).

Pada tahap awal, Mbak Vinanda menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 54 penerima manfaat yang terdiri atas lanjut usia dan fakir miskin, serta 10 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada dua penyandang disabilitas berat di Kelurahan Burengan dan Kelurahan Jamsaren melalui kunjungan langsung ke rumah masing-masing penerima.

Mbak Vinanda menjelaskan, penyaluran BLT DBHCHT Tahun 2026 dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada fakir miskin, lanjut usia, anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), dan penyandang disabilitas berat. Selanjutnya, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri pada Senin mendatang, Pemerintah Kota Kediri akan menyerahkan bantuan kepada 1.405 anak yatim.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi tantangan ekonomi, sehingga dapat ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kediri,” ujar Mbak Vinanda.

Dalam arahannya kepada jajaran pemerintah, camat, lurah, kepala OPD, relawan TRC, serta pihak terkait, Mbak Vinanda menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Ia meminta seluruh petugas mengawal proses distribusi agar bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

“Jangan sampai program yang baik ini justru menimbulkan masalah karena penerimanya tidak tepat sasaran. Saya titip kepada kepala dinas terkait, camat, lurah, relawan, dan seluruh pihak untuk terus melakukan pengawasan. Pastikan bantuan ini diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” tegasnya.

Baca juga:
Rekor Muri Nikah Masal Dalam VW, KAI Imbau Penumpang Stasiun Kediri Datang Lebih Awal

Ia juga mengajak masyarakat turut mengawasi proses penyaluran bantuan agar berjalan transparan dan akuntabel. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar bantuan sosial dapat memberikan manfaat secara optimal.

Kepada para penerima manfaat, Mbak Vinanda berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.

Sementara itu, Yuni, keluarga salah satu penerima bantuan penyandang disabilitas berat, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima kakaknya yang telah menyandang disabilitas sejak lahir. Ia mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga:
Bunda PAUD Vinanda Jadi Guru Sehari Lewat Gerakan IBUJARI, Tanamkan Karakter Sejak Dini

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri atas bantuan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami karena bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari kakak saya. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Penyaluran BLT DBHCHT Tahun 2026 menyasar lima kelompok penerima manfaat, yakni 1.405 anak yatim, 2.797 fakir miskin, 533 lanjut usia, 10 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), dan 60 penyandang disabilitas berat.

Besaran bantuan yang diberikan berbeda untuk setiap kelompok penerima. Fakir miskin dan lanjut usia menerima Rp1 juta per orang, anak yatim memperoleh Rp600 ribu, anak yang berhadapan dengan hukum menerima Rp3,6 juta, sedangkan penyandang disabilitas berat memperoleh Rp6 juta.