Pixel Code jatimnow.com

Bermodal KTA Palsu, Sopir di Jember Nyamar Jadi Polisi Demi Pikat Wanita ASN

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Sugianto
Polisi gadungan saat dimintai keterangan di Mapolres Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Polisi gadungan saat dimintai keterangan di Mapolres Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Demi memikat hati wanita idaman yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), seorang pemuda berinisial ABT (20) nekat menyamar menjadi anggota kepolisian.

Aksi warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember ini akhirnya terbongkar dan berujung pada penangkapan oleh jajaran Satreskrim Polres Jember, Selasa (21/7/2026).

Penyamaran ABT sejatinya cukup rapi. Ia melengkapi dirinya dengan seragam dinas Polri yang dibeli secara daring beserta Kartu Tanda Anggota (KTA) palsu yang ia buat sendiri.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyamaran pelaku terbongkar usai polisi menerima laporan dari masyarakat yang curiga. Pelaku kerap berkeliaran dan mengaku sebagai anggota kepolisian yang berdinas di Polresta Denpasar, Bali.

"Diamankan saat sedang menunggu wanita yang didekati di tempat kerjanya di Gumukmas," kata Andry.

Baca juga:
Modus Tilang Tak Pakai Helm, Polisi Gadungan di Malang Bawa Kabur HP Pelajar

Saat diinterogasi oleh petugas di lapangan, ABT akhirnya tak bisa mengelak dan mengakui bahwa dirinya adalah polisi gadungan.

"Tujuan menggunakan seragam adalah untuk merayu seorang wanita yang didekati, dengan seragam tersebut dapat meraih hatinya," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Jember, polisi sejauh ini tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana kejahatan lain, seperti penipuan materiil maupun pemerasan. Profesi asli pelaku diketahui hanyalah seorang sopir.

Baca juga:
Pria Ngaku Polisi di Malang Rampas Mobil saat COD, Korban Ditodong Pistol Mainan

Lantaran murni bermodus asmara dan tidak ada unsur kerugian materi, wanita ASN yang menjadi target pendekatan ABT juga enggan membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Karena tidak merasa dirugikan, yang bersangkutan (wanita) tidak melaporkan ke kepolisian. Kita hanya mengamankan yang bersangkutan karena menggunakan atribut kepolisian tanpa izin. Kita terus lakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan ABT," lanjutnya.