Pixel Code jatimnow.com

Advokat M Hasim Masuk Bursa Cawabup Ponorogo, Ini Alasan dan Modalnya

Editor : Yanuar D   Reporter : Ahmad Fauzani
M. Hasim, advokat asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak masuk bursa Calon Wakil Bupati (Cawabup) Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
M. Hasim, advokat asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak masuk bursa Calon Wakil Bupati (Cawabup) Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bursa Calon Wakil Bupati (Cawabup) Ponorogo mulai diwarnai sejumlah nama. Salah satunya M. Hasim, advokat asal Desa Bajang, Kecamatan Mlarak.

Hasim telah mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dengan mencantumkan keperluan pencalonan Wakil Bupati Ponorogo.

Langkah tersebut diambil di tengah proses pengisian kursi Wakil Bupati Ponorogo yang kini kosong.

Hasim mengatakan keputusannya masuk bursa bukan semata soal mengejar jabatan. Dia mengaku ingin menggunakan pengalaman di bidang hukum dan usaha untuk ikut terlibat dalam pembangunan Ponorogo.

“Setiap warga negara kan juga berhak. Jadi kesempatan saya untuk ikut berpartisipasi membangun Ponorogo, kota kita tercinta ini, dengan ikut mencalonkan diri menjadi salah satu kandidat Wakil Bupati Ponorogo,” kata Hasim, Senin (28/9/2026).

Hasim menyebut terjun ke politik berawal dari panggilan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Menurut dia, pengalaman sebagai advokat membuatnya terbiasa menganalisis persoalan, menyelesaikan perkara, sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Bahwa saatnya kita itu mengabdi kepada masyarakat dengan kemampuan dan keahlian kami dalam menganalisa perkara, dalam menyelesaikan perkara, dan mengkoordinasikan semua lini,” ujarnya.

Dia menilai pembangunan Ponorogo sudah berjalan baik. Namun, menurutnya, masih ada ruang untuk menyempurnakan pembangunan tersebut.

Karena itu, Hasim ingin terlibat bersama pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk membangun Ponorogo.

“Saya ingin masuk ke dunia politik ini ikut membantu membangun kota kita tercinta ini bersama-sama rekan-rekan semuanya, baik itu eksekutif, legislatif, dan masyarakat Ponorogo pada umumnya,” katanya.

Singgung Situasi Pascakasus KPK

Keputusan Hasim masuk ke dunia politik juga tidak terlepas dari kondisi Ponorogo setelah kasus yang menyeret Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Dia menyebut peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK serta perkara korupsi tunjangan perumahan DPRD Ponorogo membuatnya melihat adanya persoalan yang perlu dibenahi.

“Saya mencoba menganalisa, pembangunan ini langsung berhenti, stagnan, jalan di tempat. Semua teman-teman ASN, SKPD itu takut ketika mau mengambil kebijakan ataupun keputusan,” ungkapnya.

Hasim kemudian menyatakan ingin ikut mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

Dia memilih untuk melihat kasus-kasus sebelumnya sebagai pelajaran dan mendorong agar pemerintahan ke depan berjalan sesuai aturan.

“Yang sudah, sudahlah. Ayo kita berbenah diri, menata hati, terus bertanggung jawab dan sesuai dengan aturan perundang-undangan saja. Kita buka lembaran baru dan ayo kita bangun Ponorogo bersama-sama,” ujarnya.

Hasim mengakui pencalonan ini menjadi pengalaman pertamanya terjun langsung dalam politik elektoral.

Namun, dia mengaku sebelumnya pernah terlibat dalam proses politik sebagai Ketua Tim Advokasi Ponorogo Hebat.

Tim tersebut, kata Hasim, menangani persoalan hukum sejak tahapan di Bawaslu hingga kepolisian.

“Saya ketuanya yang mengatur ritme perjuangan dari mulai perkara-perkara di tingkat Bawaslu sampai kepolisian. Setidak-tidaknya saya paham terhadap masalah-masalah yang timbul dari kesalahan kebijakan,” katanya.

Hasim juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik.

“Yang jelas sudah ke teman-teman partai,” ujarnya singkat.

Baca juga:
13 Desa di Ponorogo Terancam Kekeringan

Empat Nama Urus SKCK

Nama Hasim menambah daftar figur yang disebut telah mengurus SKCK untuk keperluan pencalonan Wakil Bupati Ponorogo.

Selain Hasim, terdapat Barno, Nyoto Wiyono, dan Edy Sukarno alias Kirun yang juga diketahui mengurus SKCK dengan mencantumkan keperluan pencalonan atau bakal calon Wakil Bupati Ponorogo.

Sementara itu, proses pengisian jabatan Wakil Bupati Ponorogo berlangsung setelah Sugiri Sancoko tidak lagi melanjutkan proses hukum melalui banding atas perkara suap dan gratifikasi yang menjeratnya.

Untuk sementara, pemerintahan Kabupaten Ponorogo masih dipimpin Lisdyarita sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Dari Jual Es Lilin hingga Jadi Advokat

Sebelum masuk bursa Cawabup Ponorogo, perjalanan Hasim bermula dari keluarga sederhana di Desa Bajang.

Dia merupakan putra Mbah Kiai Imam Mahmudi, tokoh agama di Desa Bajang. Meski berasal dari keluarga kiai, Hasim mengaku sejak kecil terbiasa menjalani kehidupan sederhana.

Saat duduk di bangku SD, dia bahkan pernah berjualan es lilin keliling dengan membawa termos.

Pengalaman berdagang berlanjut ketika Hasim menjalani pendidikan di Papua. Selain berjualan es, dia juga pernah menjual ikat pinggang.

Pendidikan SMA ditempuhnya di SMAN 1 Jayapura. Hasim kemudian sempat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih sebelum melanjutkan pendidikan di UIN Metro Lampung.

Di Lampung, dia tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mengembangkan usaha. Hasim bahkan sempat dipercaya menduduki posisi direktur di sebuah perusahaan.

Pada 2012, dia kembali ke Ponorogo untuk menemani sang ayah.

Baca juga:
Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Menjelang wafatnya, sang ayah menyampaikan pesan yang hingga kini dipegang Hasim.

“Le, dadi wong ki sing sabar, sing tekun. Dadi wong ki kudu jujur,” kata Hasim menirukan pesan ayahnya.

Pesan tentang kesabaran, ketekunan, dan kejujuran itu kemudian dia jadikan pegangan saat menjalani profesi sebagai advokat.

Hasim mulai menekuni profesi tersebut sekitar 2015-2016. Sejumlah perkara kemudian membawanya menangani kasus di berbagai daerah, mulai Lampung, Kalimantan hingga Makassar.

Pengalaman sebagai advokat itu pula yang menurut Hasim membentuk cara pandangnya dalam membaca persoalan hukum dan pemerintahan.

Salah satu pengalaman yang disebutnya paling berkaitan dengan dinamika politik Ponorogo adalah saat menangani proses hukum yang berkaitan dengan Pilkada Ponorogo.

Hasim menyebut dirinya ikut mengawal perkara sejak sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) hingga persoalan hukum yang kemudian menjerat Sugiri Sancoko.

“Dari mulai perkara di MK sampai terakhir itu, kita mengawal,” katanya.

Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dia bawa ketika memutuskan masuk ke bursa Cawabup Ponorogo.

Hasim pun meminta doa restu masyarakat dan tokoh-tokoh Ponorogo atas langkah politik yang diambilnya.

“Mohon kepada masyarakat doa restu, kepada tokoh-tokoh Ponorogo. Ponorogo ini harus dipimpin orang yang mengerti, orang yang paham terhadap akar masalah Ponorogo,” pungkasnya.