jatimnow.com - Daya tarik Bendungan Selorejo Malang menjadi alasan Perum Jasa Tirta (PJT) I memilih lokasi ajang Selorejo Run Challenge 2026. Ajang sport tourism lari ini mengambil latarbelakang keindahan Bendungan Selorejo Malang dan pemandangan sekitarnya.
Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Ivania Aestrianingsih mengungkapkan, Bendungan Selorejo yang berada di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, merupakan salah satu daya tarik wisata. Dari sanalah pihaknya mengadakan ajang lomba lari dalam dua kategori nomor yakni 8 kilometer dan 17 kilometer.
"Selorejo Run Challenge 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung slogan "JEJAK: Jaga Ekosistem, Jaga Air Kita". Karena memperingati HUT Republik Indonesia juga kita bagi menjadi dua kategori 17 kilometer sesuai dengan tanggal peringatan proklamasi dan 8 K sesuai bulannya," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Rencananya ajang ini akan diadakan pada Minggu (9/8/2026) mendatang, dengan mengambil titik awal dan akhir di Bendungan Selorejo, Malang. Selama menyusuri trek, para pelari ini akan melintasi beberapa trek lintas alam, mulai dari aspal jalanan sepanjang 3 kilometer, aliran sungai, jalanan bebatuan yang menanjak, hingga kawasan hutan di sekitar Bendungan Selorejo.
"Selorejo Run Challenge ini sekaligus menjadi ajang promosi wisata potensi di Bendungan Selorejo dan sekitarnya. Kami mencoba menggelarnya secara umum guna meningkatkan jumlah pengunjung yang hadir di Selorejo," ungkapnya.
Ia optimis ajang lari yang berlatarbelakang Bendungan Selorejo dan Pegunungan Putri Tidur di kawasan Ngantang, hingga Kasembon, Kabupaten Malang, mampu menjadi daya tarik pelari berdatangan ikut ajang ini. Ajang ini sekaligus mengampanyekan pelestarian lingkungan dan air sebagai bagian elemen penting di alam.
"Kita hanya ingin menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan sumber daya air kita di sana itu seperti apa. Lalu kondisi sungai dan bagaimana pemanfaatan sumber daya air yang ada di bendungan seluruh Jawa itu seperti apa. Kalau kita nanti lari di sana kita tahu dimana kondisi sedimentasi di waduk seperti apa," jelasnya.
Di sisi lain Ketua Panitia Selorejo Run Challenge 2026 Irfan Ferdiantana menargetkan setidaknya 1.000 pelari akan mengikuti kegiatan ini. Pihaknya sengaja membagi ajang lari menjadi dua kategori yakni kelas 8 kilometer dan 17 kilometer. Panitia juga sudah menyiapkan segala keperluan peserta, termasuk bila peserta yang membutuhkan akomodasi penginapan pada malam sebelum start.
Baca juga:
Bidang Keguruan Sepi Peminat, UMM Ubah Nama Fakultasnya
"Target peserta kita di angka 1.000, peserta bisa stay di sana malamnya, karena itu kan start-nya mulai Minggu pagi jam 4. Kebetulan di sana juga ada akomodasi penginapan berupa cottages, camping ground, hingga homestay milik warga yang bisa digunakan," kata Irfan Ferdiantana.
Nantinya panitia akan membatasi dengan waktu tertentu, sehingga para peserta yang berhasil finish lebih cepat akan mendapatkan hadiah berdasarkan kategori rute baik 8 K dan 17 K.
"Peserta yang menyelesaikan rute 8K maupun 17K akan mendapatkan catatan waktu secara digital melalui timing system tersebut," terangnya.
Sementara itu, perwakilan panitia Selorejo Run Challenge Yan Christanto menambahka rute 17 kilometer menjadi daya tarik bagi para pelari jam terbang tinggi yang menyukai tantangan. Rute ini melewati jalan pedesaan, hutan, sungai, hingga tanjangan sekitar 26 - 30 meter. Sementara untuk rute 8 kilometer diperuntukkan bagi pelari pemula atau pelari yang mencari hiburan saja.
Baca juga:
Beraksi di Tulungagung, Dua Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi
"Yang 17 kilo ini ada sedikit challenge-nya. Kalau kita ngomong ini run with view lari dengan pemandangan, yang pasti yang ditawarkan Jasa Tirta ada wisata Selorejo, yang nggak ada pada kontes lain," tuturnya.
Namun Yan juga mengingatkan peserta harus memberi perhatian khusus pada pemilihan alas kaki sepatu. Sebab beberapa jenis trek yang dihadapi runner berupa medan bebatuan, jalanan yang tak rata, hingga tanjakan di perbukitan dengan medan jalan tanah dan bebatuan.
"Treknya ada jalan aspal sepanjang 3 kilometer, ada di hutan dengan kontur medan tanah bebatuan. Jadi treknya bukan yang murni di tengah hutan, ini kita detailkan untuk antisipasi sepatu agar aman, karena takutnya licin," pungkasnya.