jatimnow.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, melalui Unit Induk Transmisi Jawa bagian Timur dan Bali, menggandeng akademisi menggelar pelatihan penguatan kapasitas pertanian dengan tema Pengolahan, Pemasaran Hasil Pertanian, dan Pengendalian Hama Pertanian di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (9/7/2026).
Kegiatan digelar sebagai wujud nyata PT PLN (Persero) dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) bertajuk Sedap Banjar (Sembada Pangan Melalui Dukungan Electrifying Agriculture di Desa Banjarsari).
Dalam pelatihan ini PT PLN bersama Pemerintah Desa Banjarsari, menghadirkan narasumber Wakil Direktur Bidang Akademik, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Prof. Moch. Zen Samsono Hadi, yang merupakan pakar di bidang komunikasi sensor nirkabel.
Dalam presentasinya, Prof. Moch. Zen, memperkenalkan inovasinya berupa produk dan platform bernama taniPINTAR. Adapun produk dan platform taniPINTAR diantaranya ada tanahPINTAR, airPINTAR, cuacaPINTAR dan hamaPINTAR.
Ia memberikan ilustrasi bahan produk dan Platform taniPINTAR seperti perangkat medis atau alat diagnostik yang digunakan dokter untuk mendeteksi, memantau dan mengidentifikasi kondisi atau penyakit dalam tubuh pasien.
"Dengan menggunakan taniPINTAR kita bisa menentukan langkah-langkah antisipasi dan penanganan yang tepat untuk menjaga dan melindungi tanaman padi agar tumbuh dengan baik," kata Moch. Zen.
Lulusan S3 Universitas Teknologi Toyohashi, Jepang ini secara rinci menjelaskan spesifikasi produk tersebut.
Di antaranya tanahPINTAR yang merupakan perangkat portable untuk mengukur kandungan tanah menggunakan sensor NPK, pH, dan kelembaban tanah. Alat ini juga dilengkapi GPS untuk mengetahui titik lokasi lahan sawah yang akan diukur.
Selanjutnya, airPINTAR adalah perangkat cerdas untuk memantau kondisi irigasi lahan pertanian dan mengklasifikasi potensi banjir dengan menggunakan sensor curah hujan, ultrasonik dan kecepatan air.
Kemudian, cuacaPINTAR yang merupakan perangkat cerdas untuk mengetahui kondisi cuaca serta memberikan prediksi cuaca harian. Perangkat ini dilengkapi sensor suhu, kelembaban, tekanan udara, curah hujan, anemometer, dan sensor arah angin.
Terakhir, hamaPINTAR yang merupakan sistem pemetaan lahan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan potensi luas lahan pada lahan pertanian. Sedang sistem deteksi Hama Penyakit Tanaman (HPT) untuk mengetahui lebih dini penyebaran hama dan penyakit yang mengidentifikasi tanaman padi menggunakan drone.
Selain itu Moch. Zen bersama timnya juga melakukan riset dan mengembangkan produk perangkat pengusir tikus, perangkat pengusir burung, serta peralatan geolistrik untul mencari sumber air.
“Produk taniPINTAR sudah kami coba di Kabupaten Gresik, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Semoga produk dan platform taniPINTAR ini dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Baca juga:
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, PLN Beri Bantuan Alat Pertanian Elektrik
Anggota Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Desa Banjarsari begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa dari mereka terlihat aktif saat sesi tanya jawab. Selain mengajukan pertanyaan, mereka juga berbagi pengalaman serta menyampaikan kendala-kendala di lapangan yang mereka alami selama ini.
Salah satu anggota Gapoktan dari Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Priyo, mengeluhkan dangkalnya Waduk Bunder, yang menjadi penampungan air untuk irigasi pertanian di Desa Banjarsari dan sekitarnya. Ia berharap pemerintah bisa melakukan pengerukan sedimentasi di Waduk Bunder agar bisa lebih banyak menampung air saat musim hujan.
Priyo juga berharap ke depan pemerintah bisa memberikan bantuan berupa drone untuk kebutuhan penyemprotan hama dan proses pemupukan.
"Jika menggunakan cara tradisional, penyemprotan hama dan pemupukan hasilnya tidak merata. Selain itu harga operasionalnya juga sangat mahal, karena itu kami sangat membutuhkan drone," ujar Priyo.
Sementara Sukir, dari Gapoktan Dusun Banjarsari yang lahannya masuk kategori tambak sawah berharap nantinya ada alat taniPINTAR yang bisa mendeteksi kondisi pH air tambak sehingga hasil panen ikan bisa maksimal.
"Cuaca tahun ini tidak menentu. Saat musim tabur benih ikan cuaca sering mendung disertai angin. Kami berharap ada alat pendeteksi pH air agar bisa menentukan langkah yang tepat supaya hasil panen ikan kami banyak," ucap Sukir.
Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Agus Suwondo berharap, nantinya ada alat yang bisa mendeteksi kondisi ikan yang sebenarnya di dalam tambak. Hal ini dikarenakan selama ini banyak kejadian, sebelum dipanen ikan terlihat banyak, tapi saat dipanen hasilnya sedikit.
Baca juga:
PLN UPT Madiun Bekali Mahasiswa PNM Ilmu Proteksi Gardu Induk Tegangan Tinggi
Menanggapi hal ini Prof. Moch. Zen akan menampung permasalahan-permasalahan pertanian yang ada di Desa Banjarsari untuk kemudian membantu mencarikan solusinya melalui penelitian-penelitian bersama timnya. Tentunya dalam hal ini pihaknya juga butuh dukungan dari banyak pihak.
Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN Unit Pelaksana Transmisi Gresik, Rizky Wahyu Saputra, mengatakan program bantuan Electrifying Agriculture merupakan salah satu wujud nyata dan komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Acara ini merupakan bentuk komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui pemanfaatan energi listrik yang andal, efisien, dan ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Rizky Wahyu Saputra.
Adapun bantuan tersebut berupa hand traktor elektrik, pompa air elektrik dan mesin semprot hama elektrik. Bantuan peralatan semuanya berbasis listrik sehingga ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara.
Selain bantuan peralatan pertanian, PT PLN (Persero) juga memberikan pelatihan penguatan kapasitas pertanian kepada anggota Gapoktan Desa Banjarsari, tentang pengelolaan hasil tani, pemasaran produk dan pengendalian hama.
“Semoga kerjasama dan sinergi ini menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi dan semangat baru dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju, modern dan berkelanjutan yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat Desa Banjarsari pada khususnya dan Kabupaten Gresik pada umumnya,” harap Rizky.