Pixel Code jatimnow.com

Elevasi Menurun, Operasional PLTA Waduk Wonorejo di Tulungagung Berkurang

Editor : Bramanta  
Kondisi waduk Wonorejo di Tulungagung saat musim kemarau. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Kondisi waduk Wonorejo di Tulungagung saat musim kemarau. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Minimnya intensitas hujan yang terjadi menyebabkan debit air di Waduk Wonorejo Tulungagung berkurang. Kondisi ini mengakibatkan penyesuaian waktu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wonorejo. Jika biasanya dalam kondisi normal mampu beroperasi hingga 8 jam setiap hari, saat ini berkurang menjadi 5 jam per hari.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sungai Brantas 2 Perum Jasa Tirta 1, Nina Meitasari mengatakan, memasuki musim kemarau elevasi Waduk Wonorejo Tulungagung mengalami penurunan. Adapun penurunan elevasi air mencapai 10 meter.

"Tingkat elevasi Waduk Wonorejo Tulungagung yang semula 179 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) turun menjadi 169,74 Mdpl," ujarnya.

Penurunan elevasi Waduk Wonorejo Tulungagung berdampak pada operasional PLTA. Semula PLTA beroperasi selama 8 jam per hari, namun dengan elevasi turun, operasi PLTA hanya 5 jam saja setiap hari.

"Dengan elevasi turun otomatis operasi PLTA berkurang. Sekarang hanya 5 jam per hari," terangnya.

Selama ini operasional PLTA dilakukan pada waktu beban puncak. Yakni antara pukul 19.00 WIB sampai 24.00 WIB. Dimana waktu tersebut masyarakat banyak konsumsi listrik.

Baca juga:
Jamasan Tombak Kyai Upas Sepi Wisatawan, Ini Kata Disbudpar Tulungagung

"Daya listrik yang dihasilkan sebesar 5,7 mega watt dari kapasitas maskimal 6,3 mega watt," jelasnya.

Disisi lain, pasokan air Waduk Wonorejo Tulungagung memang diprioritaskan untuk mencukupi air baku dan irigasi lahan pertanian. Adapaun total luasan sawah yang mendapatkan pasokan air mencapai 7.000 hektare.

"Prioritas kami untuk memberikan pelayanan irigasi dan air baku masyarakat," paparnya.

Baca juga:
Satu Jemaah Haji Asal Tulungagung Belum Pulang Karena Menjalani Perawatan Medis

Apabila musim kemarau akan berlangsung hingga akhir tahun 2026 tanpa inflow, pasokan air Bendungan Waduk Wonorejo Tulungagung dipastikan tetap aman. Proyeksinya elevasi air akan turun diangka 141 Mdpl.

"Penurunan elevasi Bendung Waduk Wonorejo tentu akan berpengaruh pada operaisonal PLTA. Namun kami pastikan tetap aman," pungkasnya.