jatimnow.com - Kasus campak di Kabupaten Jember terus meningkat. Hingga pekan pertama Mei 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 119. Tiga kecamatan dengan angka tertinggi kini menjadi perhatian serius dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jember, jumlah kasus yang sebelumnya tercatat 107 kini bertambah 12 kasus baru, sehingga total mencapai 119 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pada April 2026 terdapat 24 kasus positif campak. Sementara pada pekan pertama Mei, jumlah kasus bertambah menjadi 40 orang.
“Dari data itu, kasus positif pada April sebanyak 24 orang, dan hingga minggu pertama Mei bertambah menjadi 40 orang,” ujar Rita saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi D DPRD Jember, Senin (11/5/2026).
Rita menegaskan, peningkatan tersebut bukan sepenuhnya kasus baru, melainkan hasil lanjutan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tertunda.
Adapun tiga kecamatan dengan lonjakan tertinggi yakni, Kecamatan Ledokombo 10 kasus suspek, 7 dinyatakan positif campak, Kecamatan Mayang 4 sampel diperiksa dan seluruhnya positif campak serta Kecamatan Sumberjambe dengan 8 kasus suspek, 5 dinyatakan positif.
“Sebaran saat ini mencapai 40 kasus. Untuk kecamatan lain, kami telah melakukan imunisasi serentak di 14 puskesmas guna memutus rantai penularan,” jelasnya.
Baca juga:
Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan
Menanggapi kondisi tersebut, anggota Komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidi, meminta adanya sinergi yang lebih kuat antara DPRD, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan seluruh pihak terkait agar penanganan wabah berjalan maksimal.
“Kami ingin ada kejelasan kepada masyarakat terkait langkah penanganan kejadian luar biasa ini. Dalam beberapa hari terakhir angka kasus meningkat cukup tajam dan sangat memprihatinkan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, terutama dengan puskesmas di wilayah dengan kasus tinggi.
“Mari saling berkoordinasi dan bertukar informasi agar langkah yang dilakukan menjadi satu kesatuan, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Baca juga:
Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis
Hafidi menambahkan, pihaknya ingin mengevaluasi seluruh langkah yang telah dilakukan, termasuk mencari penyebab kasus yang terus meningkat.
“Kita perlu inventarisasi apa yang sudah terjadi, apa yang sudah dilakukan, dan mengapa angka kasus masih terus bertambah. Kami ingin ada satu langkah, satu arah, dan satu komando dari Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Komisi D DPRD Jember memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan campak. Bahkan, mereka telah membentuk beberapa tim yang siap turun langsung ke lapangan apabila diperlukan.
URL : https://jatimnow.com/baca-84448-kasus-campak-di-jember-tembus-119-3-kecamatan-jadi-sorotan