Pixel Code jatimnow.com

DPRD Minta Pemkab Jember Lakukan Hal Ini untuk Hadapi El Nino Godzilla

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menghadapi fenomena El Nino Godzilla pada musim mendatang, Komisi B DPRD Jember mendorong Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan (TPHP) untuk melakukan mitigasi.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyampaikan bahwa serapan gabah oleh Bulog selama triwulan pertama 2026 memang sangat baik. Namun, di sisi lain, wilayah Jawa di Indonesia berpotensi terdampak El Nino Godzilla.

“Kita menginginkan agar pemerintah dalam hal ini melakukan mitigasi, terhadap dampak apa yang mungkin nanti dipengaruhi oleh El Nino ini,” kata Candra di kantornya, Kamis (30/4/2026).

Beberapa langkah yang perlu disiapkan antara lain: pertama, melakukan pemetaan wilayah atau lahan yang kekurangan sumber daya air, mengingat ke depan akan terjadi kemarau panjang.

Kedua, mengoptimalkan bantuan dari pemerintah pusat berupa 106 proyek optimalisasi lahan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Ketiga, Komisi B DPRD Jember meminta adanya transformasi pengetahuan kepada petani terkait proses adaptasi, termasuk pola tanam dan pemanfaatan lahan agar produksi pertanian tidak terganggu.

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Menurut Candra, dalam menghadapi El Nino Godzilla, pemetaan menjadi hal utama. Ia juga meyakini bahwa Dinas TPHP telah melakukan langkah tersebut, meskipun dari sisi anggaran masih belum mencukupi untuk mitigasi secara optimal.

“Namun ditengah ini, kami punya keyakinan PPL dan pemerintah pusat nantinya bisa melakukan hal-hal ketika El Nino terjadi, petani tidak kesulitan mengerjakan lahan hingga produktifas pangan tidak terganggu,” ujarnya.

Untuk wilayah atau kecamatan yang kesulitan mendapatkan air, politisi PDI Perjuangan tersebut menyarankan agar petani menanam komoditas yang membutuhkan sedikit air.

Baca juga:
Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan

Meski demikian, Candra tetap meminta pemerintah mengantisipasi potensi kekeringan yang diprediksi berlangsung sekitar 160 hari.

“Apa optimalisaisi sumber mata air, memanfaatkan kembali limbung atau embung-embung yang saluran irigasi yang hampir tidak optimal,” tandasnya.