Pixel Code jatimnow.com

Tampil Berani Beda, Slank Miliki Banyak Kenangan di Malang

Editor : Bramanta   Reporter : Avirista Midaada
Slank kolaborasi dengan perusahaan HS hadirkan penampilan berbeda di Malang (Foto: Aris / jatimnow.com)
Slank kolaborasi dengan perusahaan HS hadirkan penampilan berbeda di Malang (Foto: Aris / jatimnow.com)

jatimnow.com - Slank, grup band dengan basis fans besar kembali menggebrak Malang. Grup band yang bermarkas di Gang Potlot itu kembali ke Malang setelah terakhir kali tampil pada tahun 2017 lalu.

Malang disebut Slank memiliki keistimewaan baik dari sisi geografi hingga dinamika di dunia musik Indonesia. Punggawa Slank sepakat bila tampil dan berhasil menaklukkan Malang, maka akan bisa berjaya di Indonesia. Apalagi Malang juga salah satu basis Slankers terbanyak.

Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim Slank mengenang Slank pertama kali manggung di Malang tahun 1990. Saat itu ia dan koleganya di Slank tampil di Pulosari, hingga membuat nama Slank terus melejit.

“Saat itu dibayar Rp5 juta, di Pulosari, nginap di Hotel Pelangi. Malang selalu punya apa ya, sudah langsung excited kalau ke sini," kata Bimbim.

Bimbim juga terkesan dengan Malang karena Malang memiliki udara yang dingin dan wisata menarik. Bahkan sejak di Malang beberapa hari lalu, ia menyempatkan diri mengajak keluarga ke Jatim Park di Kota Batu

"Aku ajak keluarga, sudah ke Jatim Park, sudah petik apel juga di Batu. Malang selalu istimewa,” cerita Bimbim.

Bagi Ivanka bassis Slank, Malang menjadi kota istimewa. Selain kota kelahiran orang tuanya, ternyata Ivan sempat menempuh kuliah di Universitas Merdeka (Unmer) Malang meskipun tak lulus. Ia berharap penampilan Slank malam ini bisa mengobati Slankers yang kangen.

"Malang sudah pasti sangat istimewa, 2026 kita manggung di Malang, kita party dengan teman - teman Slankers yang sangat istimewa dan spesial, orang tua lahirnya di Malang," ucap Ivan.

Baca juga:
Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Akhadi Wira Satriaji alias Kaka mengatakan, Malang dengan udara dinginnya akan memberikan penampilan berbeda bagi slank, dari sisi penampilan pakaian.

"Malang itu udaranya kan dingin, manggung malam wadrobe-nya jadi lebih keren. Kalau panas kan beda," ucap Kaka.

Berkolaborasi dengan salah satu perusahaan rokok, rangkaian konser Slank diawali dengan riding keliling Kota Malang dengan vespa. Mengusung konsep berani beda, konser musik Slank ini jadi serangkaian tour Slank bersama perusahaan rokok HS dari lima kota sebelumnya yakni Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lampung.

Direktur Sales & Marketing HS Falah Adha menyatakan, Malang menjadi pilihan karena menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi produk HS. Apalagi Malang juga jadi salah satu barometer musik di Indonesia.

Baca juga:
Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Ini hal baik dan benar memang Malang ini tempatnya rokok, rumahnya rokok, dg hasil survei tersebut peluangnya besar sekali hari ini tapi kembali ke selera konsumen. Menurut saya HS berbeda bukan sekedar rokok, tapi untuk orang-orang berani berbeda," kata Falah Adha.

Ia optimis kehadiran Slank dan sejumlah band yang tampil di Lapangan Rampal, Minggu malam, mampu menggerakkan UMKM dan perekonomian sekitar. Pengalaman di kota-kota sebelumnya okupansi hotel hingga UMKM yang ada di sekitar lokasi konser juga kecipratan imbasnya.

"Ada kenaikan hingga 300 - 400 persen untuk ritel modern, warung-warung, margin keuntungan sangat besar. Dari sisi masyarakat sekitar juga tukang parkir misalnya, rata-rata 15 - 20 ribu yang hadir. Jadi multiple efeknya bisa miliaran meningkatnya," pungkasnya.