Pixel Code jatimnow.com

BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
BRI Youth Champions League 2026 di Surabaya jadi panggung talenta muda, dorong ekosistem sepak bola usia dini hingga peluang ke level global. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
BRI Youth Champions League 2026 di Surabaya jadi panggung talenta muda, dorong ekosistem sepak bola usia dini hingga peluang ke level global. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - BRI Youth Champions League 2026 menjadi panggung baru bagi talenta sepak bola usia muda di Surabaya. Turnamen yang digelar BRI Region 12 itu tak sekadar kompetisi, tetapi membuka jalur pembinaan berkelanjutan sekaligus peluang menembus level internasional.

Digelar di BRILiaN Stadium pada 11–12 April 2026, ajang tersebut mempertemukan sejumlah tim U-14 dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Nama-nama seperti Indo Barca Surabaya, Mitra Surabaya FC, Persela Lamongan, Cahaya Muda FC Pamekasan, New Star Salam FC Sidoarjo, hingga Indonesia FC Bojonegoro saling menguji kemampuan dalam atmosfer kompetitif.

Sejak awal, BRI menempatkan turnamen usia dini sebagai bagian dari strategi membangun fondasi sepak bola nasional.

Regional CEO BRI Region 12 Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, menyebut pembinaan sejak usia muda menjadi kunci lahirnya pemain berkualitas.

“BRI tidak hanya bergerak sebagai lembaga keuangan. Kami hadir memberi kontribusi nyata bagi generasi muda lewat kegiatan positif, salah satunya kompetisi sepak bola usia dini,” kata Reza.

Turnamen tersebut mengusung konsep “Goes to Barcelona”. Kolaborasi dengan klub Spanyol itu dirancang untuk memantik motivasi pemain muda agar berani menatap panggung global.

Bagi peserta, pengalaman tersebut menjadi lebih dari sekadar trofi, ada peluang membangun mimpi di level internasional.

Reza melihat kompetisi terstruktur mampu mempercepat kemunculan talenta potensial dari daerah.

Baca juga:
DJKN Jatim dan BRI Gelar Gebyar Lelang Indonesia, Pamerkan Artefak Meteorit Langka

“Kami percaya pembinaan usia dini adalah fondasi penting untuk mencetak generasi emas sepak bola Indonesia. Dari sini terlihat semangat, kerja keras, dan potensi besar para pemain muda,” ujarnya.

Dampaknya tak berhenti di lapangan. Ekosistem sepak bola yang sehat turut menggerakkan ekonomi.

Kajian BRI Research Institute pada Juli 2024 mencatat penyelenggaraan kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional berpotensi memutar ekonomi hingga Rp10,42 triliun, sekaligus membuka sekitar 45 ribu lapangan kerja.

Angka tersebut menunjukkan industri sepak bola bukan sekadar hiburan, melainkan penggerak ekonomi yang melibatkan banyak sektor dari pelaku UMKM, pekerja event, hingga industri kreatif.

Baca juga:
BRI Salurkan Bibit di Surabaya, Dorong Urban Farming Warga

Melalui BRI Youth Champions League 2026, jalur pembinaan mulai dari usia dini hingga profesional coba dirajut lebih rapi.

Turnamen seperti ini memberi ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus membuka peluang karier di dunia sepak bola.

BRI berharap kompetisi serupa terus berlanjut dan melahirkan pemain yang mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung internasional.