Pixel Code jatimnow.com

Untag Surabaya Tambah Guru Besar, Perkuat Daya Saing Kampus

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Ali Masduki
Pengukuhan dua guru besar baru di Untag Surabaya berlangsung khidmat di Grha Wiyata, Rabu (8/4/2026). Penambahan profesor memperkuat kapasitas riset dan kontribusi kampus bagi masyarakat. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)
Pengukuhan dua guru besar baru di Untag Surabaya berlangsung khidmat di Grha Wiyata, Rabu (8/4/2026). Penambahan profesor memperkuat kapasitas riset dan kontribusi kampus bagi masyarakat. (Foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya) menambah dua guru besar baru. Kenaikan jumlah profesor menjadi 32 orang diproyeksikan berdampak langsung pada kualitas riset, pendidikan, serta kontribusi kampus bagi masyarakat dan dunia industri.

Dua akademisi yang dikukuhkan pada Rabu (8/4/2026) adalah Prof. Erni Puspanantasari Putri dan Prof. M. Sihab Ridwan. Prosesi berlangsung di Grha Wiyata lantai sembilan, dihadiri sivitas akademika dan keluarga.

Penambahan guru besar memperkuat kapasitas keilmuan di dua bidang berbeda. Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendapat tambahan tenaga ahli di bidang manajemen strategis, sementara Fakultas Teknik memperluas pengembangan industri berkelanjutan yang berkaitan erat dengan penguatan UMKM.

Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro, menyebut kehadiran profesor baru akan mendorong lahirnya riset yang lebih relevan dengan kebutuhan publik.

“Penambahan dua profesor menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya akademik. Guru besar diharapkan memimpin pengembangan riset dan inovasi yang berdampak luas,” ujarnya.

Profesor Sihab Ridwan, yang menyelesaikan studi doktoral di University of Southampton, Inggris, dikukuhkan sebagai guru besar di bidang manajemen strategis. Ia telah menghasilkan puluhan publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional.

Dalam orasi ilmiahnya, ia mengangkat tema penguatan strategi manajemen untuk meningkatkan daya saing bangsa di tengah persaingan global. Gagasan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia usaha yang menuntut adaptasi cepat.

Baca juga:
Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Bupati Sampang, Slamet Junaidi, yang hadir dalam acara tersebut, mengaku bangga atas capaian putra daerahnya.

“Semoga pencapaian tersebut memberi manfaat bagi daerah asal dan mendorong pengembangan potensi lokal,” katanya.

Sementara itu, Profesor Erni Puspanantasari Putri dikukuhkan sebagai guru besar di bidang teknik industri. Ia menyelesaikan studi doktoral di Khon Kaen University, Thailand, serta aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat.

Baca juga:
Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Dalam orasinya, Prof. Erni mengangkat strategi penguatan UMKM dan klaster industri melalui pendekatan keberlanjutan. Konsep tersebut menggabungkan efisiensi kinerja, inovasi, serta tanggung jawab lingkungan dalam pembangunan industri nasional.

Kampus menilai kehadiran dua profesor baru akan mempercepat hilirisasi riset, terutama dalam menjawab kebutuhan pelaku usaha kecil dan sektor industri. Peran tersebut diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dengan persoalan riil di lapangan.

Dengan total 32 profesor, Untag Surabaya menargetkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas dampak riset bagi masyarakat.