Pixel Code jatimnow.com

Bupati Jember Dialog dengan Tokoh Pemuda dan Mahasiswa, Butuh Ide Segar

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Bupati Gus Fawait saat berdialog dengan mahasiswa. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Bupati Gus Fawait saat berdialog dengan mahasiswa. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar dialog bersama sejumlah tokoh pemuda dan mahasiswa dalam kegiatan buka bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026). Pertemuan tersebut diharapkan menjadi wadah diskusi rutin untuk memberikan masukan bagi pembangunan Kabupaten Jember.

Fawait mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan gagasan segar dari generasi muda, khususnya mahasiswa yang dinilai memiliki sudut pandang kritis dan berani berpikir di luar kebiasaan.

“Saya sebagai Bupati Jember membutuhkan banyak masukan dan ide segar, terutama dari mahasiswa. Pemikiran mahasiswa biasanya masih sangat orisinal dan berani berpikir out of the box,” ujarnya.

Menurutnya, forum dialog penting agar pemerintah tidak hanya menerima laporan formal dari organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga mengetahui kondisi riil di masyarakat.

“Saya tidak ingin hanya menerima laporan yang baik-baik saja. Saya perlu tahu kondisi sebenarnya di lapangan, karena itu masukan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa sangat diperlukan,” ungkapnya.

Fawait juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kabupaten Jember sejak dirinya menjabat, salah satunya tingginya angka kemiskinan. Secara absolut, Jember berada di posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, sementara untuk kemiskinan ekstrem menjadi yang tertinggi di provinsi tersebut.

Baca juga:
Bupati Jember Minta Masyarakat Lapor Jika Temukan MBG Kurang Layak

Selain itu, pemerintah daerah juga menghadapi persoalan di sektor kesehatan serta beban utang rumah sakit daerah.

Di bidang pendidikan, Pemkab Jember mencatat terdapat 1.532 sekolah dalam kondisi rusak berat. Melalui dukungan anggaran APBD dan APBN, pada tahun 2025 hampir 40 persen sekolah tersebut telah diperbaiki. Pemerintah daerah juga meluncurkan program beasiswa bagi 20.000 mahasiswa asal Jember.

Pemkab Jember turut mengembangkan sistem pengaduan publik bernama “Wadul Gus’e” yang memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan secara langsung. Hingga saat ini tercatat hampir 12 ribu aduan masuk, dengan tingkat penyelesaian sekitar 87 persen.

Baca juga:
23 Desa Terendam Banjir, Bupati Jember Gerak Cepat Koordinasikan Penanganan Darurat

Selain itu, layanan administrasi kependudukan juga diperluas dengan menyediakan fasilitas pencetakan KTP di 28 kecamatan, terutama di wilayah pinggiran, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke pusat kota.

Fawait mengajak mahasiswa tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun dengan pendekatan yang konstruktif dan disertai solusi.

“Mahasiswa harus tetap kritis, tetapi kritik yang membangun. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan banyaknya program, melainkan turunnya angka kemiskinan,” tegasnya.