Pixel Code jatimnow.com

PJT I Dukung Zero Waste Academy untuk Lindungi Sungai Brantas dari Sampah

Editor : Yanuar D  
Program Zero Waste Academy (ZWA) yang diselenggarakan Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON). (Foto: PJT for jatimnow.com)
Program Zero Waste Academy (ZWA) yang diselenggarakan Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON). (Foto: PJT for jatimnow.com)

jatimnow.com – Perum Jasa Tirta (PJT) I mendukung pelaksanaan Zero Waste Academy (ZWA) yang diselenggarakan Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON). Program ini menjadi ruang belajar strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, sebagai upaya melindungi Sungai Brantas dari hulu hingga hilir.

Kegiatan tersebut menekankan pendekatan sistemik berbasis pencegahan timbulan sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas, guna menekan beban pencemaran sungai.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengatakan keterlibatan PJT I dalam Zero Waste Academy merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan kualitas sumber daya air.

“Perlindungan sungai tidak dapat hanya mengandalkan upaya di badan air, tetapi harus dimulai dari pengelolaan sampah di sumbernya,” kata Fahmi, Rabu (4/2/2026).

Melalui dukungan terhadap Zero Waste Academy, PJT I mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan agar mampu mengelola sampah secara bertanggung jawab.

“Muaranya yang diharapkan bersama adalah beban pencemaran ke sungai berupa sampah dapat ditekan secara signifikan,” tegasnya.

Dukungan PJT I juga ditunjukkan melalui kehadiran generasi muda PJT I, Aulia Agusta Alamsjah, yang menjadi narasumber dalam workshop Zero Waste Academy selama empat hari di Kota Kediri. Dalam kesempatan itu, Aulia membagikan pengalaman lapangan PJT I dalam pengendalian sampah di badan sungai.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan PJT I adalah pemasangan trash barrier di titik-titik strategis untuk mencegah sampah masuk ke infrastruktur penting sumber daya air.

Baca juga:
Ngeri, Mikroplastik Ditemukan dalam Darah dan Rahim Perempuan Jatim

“Selama ini PJT I menangani sampah yang terlanjur masuk ke sungai melalui pengumpulan rutin, kemudian diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir,” ujarnya.

Aulia mencontohkan kondisi di Waduk Sengguruh, Kabupaten Malang, di mana volume sampah yang ditangani mencapai sekitar 35.000 meter kubik per tahun.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sekitar 57,1 persen limbah padat di wilayah Sungai Brantas berasal dari aktivitas rumah tangga. Sementara itu, cakupan layanan persampahan di wilayah pedesaan masih terbatas, yakni sekitar 15 persen.

“Kondisi ini berkontribusi terhadap kebocoran sampah ke sungai dan meningkatkan risiko pencemaran, termasuk temuan mikroplastik pada ikan di Sungai Brantas,” tuturnya.

Baca juga:
Atasi Sampah Kota Batu, Desa Oro-Oro Ombo Mulai Skema Pilah dari Sumber

Menurutnya, praktik penanganan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi peserta Zero Waste Academy dari berbagai daerah di Pulau Jawa terkait tantangan dan upaya pengendalian sampah di badan sungai.

“Melalui dukungan terhadap Zero Waste Academy, PJT I menegaskan bahwa upaya menjaga kualitas sungai harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu ke hilir dan dari darat ke air,” imbuhnya.

Zero Waste Academy diikuti lebih dari 50 peserta dari 12 kota dan kabupaten di Pulau Jawa. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah, seperti Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah desa dan kelurahan, akademisi, serta organisasi lingkungan hidup.

Melalui kolaborasi multipihak tersebut, diharapkan ekosistem pengelolaan sampah berbasis pencegahan dapat semakin kuat, sehingga perlindungan Sungai Brantas sebagai sumber kehidupan dapat terwujud secara berkelanjutan.