Pixel Code jatimnow.com

DPRD Sentil Upaya Revitalisasi Pasar di Surabaya

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ni'am Kurniawan
Budi Leksono
Budi Leksono

jatimnow.com - DPRD Surabaya menilai pelaksanaan revitalisasi pasar oleh Pemkot Surabaya berjalan tidak tertata dan berdampak langsung pada pedagang. 

Skema pembangunan dinilai tidak terintegrasi, proses lelang berlarut, dan menimbulkan ketidakpastian di lapangan.

“Kalau saya melihat, pasar ini sebenarnya hidup. Kalau sudah hidup, saya rasa dalam hal revitalisasi itu juga harus bisa melihat anggaran yang sudah diberikan,” ujar Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono usai rapat dengar pendapat revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Selasa (20/01/2026).

Budi menyampaikan persoalan utama terletak pada cara pelaksanaan revitalisasi pasar yang terpecah-pecah. Menurut dia, pendekatan seperti ini membuat pedagang terlantar dan menunggu tanpa kepastian.

“Yang terjadi saat ini terkait Keputran Selatan ini tidak sesuai dengan cara dalam hal revitalisasi sampai menelantarkan para pedagang,” katanya.

Baca juga:
Marak Aksi Premanisme, DPRD Surabaya Dukung Perbaikan Sistem Parkir

Politisi yang akrab disapa Buleks itu menilai pola pembangunan dilakukan terpisah-pisah, mulai dari IPAL, TPS, hingga bangunan pasar induk. Skema tersebut dinilai membuat anggaran membengkak dan proses makin panjang.

“Kalau kita melihat caranya, IPAL dibangun sendiri, TPS dibangun sendiri, nanti pasar induknya juga dibangun sendiri. Kalau jadi satu, anggarannya tidak bengkak,” ujarnya.

Baca juga:
Pemkot Diminta Lacak 239 Ribu Data Kependudukan Siluman di Surabaya

Kondisi dinilai janggal karena proyek pendukung sudah berjalan, sementara pemenang tender pasar belum ditetapkan. Di sisi lain, pedagang membutuhkan kepastian untuk keberlangsungan usaha.

“Ini kan lucu. Sendiri-sendiri, tapi sampai sekarang belum ada pemenangnya untuk pembangunan pasar. Padahal pedagang itu butuh kepastian,” tandasnya.