jatimnow.com – Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menyatakan dukungannya terhadap pengoperasian layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) pesawat jenis avtur di Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember.
Dukungan tersebut disampaikan Kawendra saat tiba di Bandara Notohadinegoro, Kamis (15/1/2025). Menurutnya, kehadiran layanan avtur merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan kemudahan akses transportasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.
“Bagaimana membuat masyarakat Indonesia semakin bahagia dan sejahtera. Hari ini menjadi bukti bahwa daerah seperti Jember terus memperjuangkan hal-hal yang memang harus diperjuangkan,” ujar Kawendra.
Ia menegaskan, penguatan layanan bandara merupakan amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia agar daerah memiliki akses transportasi yang murah, mudah, dan terjangkau. Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat Jember diharapkan lebih mudah terhubung dengan pusat-pusat ekonomi nasional.
“Ini adalah amanah dari Presiden kita agar konektivitas antardaerah semakin kuat. Akses transportasi yang terjangkau akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kawendra juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Patra Niaga dan pengelola bandara atas komitmen dalam mendukung pengembangan Bandara Notohadinegoro. Ia berharap sinergi antar-BUMN terus diperkuat, termasuk rencana penambahan panjang landasan pacu.
“Ke depan, panjang runway bisa ditambah sekitar 300 meter. Ini akan membuka peluang pengembangan penerbangan yang lebih luas, sehingga masyarakat Jember bisa terlayani dengan lebih mudah ke Jakarta maupun kota lainnya,” imbuhnya.
Baca juga:
Penerbangan Jember-Bali Dimulai 5 Desember, Beroperasi 3 Kali Seminggu
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, perkembangan layanan penerbangan di Jember menunjukkan tren positif. Penerbangan rute Jember–Jakarta dan Jember–Bali terus beroperasi dengan dukungan maskapai seperti Wings Air dan Fly Jaya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama penerbangan di Jember selama ini adalah tingginya biaya operasional maskapai akibat belum tersedianya fasilitas pengisian BBM pesawat di bandara. Maskapai terpaksa membawa bahan bakar dari bandara asal, yang berdampak pada efisiensi dan harga tiket.
“Hari ini pesawat sudah bisa langsung mengisi bahan bakar di Bandara Jember. Jika sebelumnya harus mengisi di Bali atau Jakarta, kini semuanya bisa dilakukan di sini,” jelasnya.
Pengoperasian fasilitas pengisian avtur di Bandara Notohadinegoro terwujud melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, PT Pertamina Patra Niaga, serta dukungan Anggota DPR RI Kawendra Lukistian. Proses penyediaan fasilitas ini dinilai sangat cepat, dengan waktu pelaksanaan kurang dari dua minggu.
Baca juga:
Gus Fawait Gercep Lobi Pusat Aktifkan Bandara Jember
Kehadiran jajaran Direktur Pemasaran Pusat PT Pertamina Patra Niaga dalam peresmian tersebut menegaskan komitmen BUMN dalam mendukung penguatan layanan transportasi udara dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dampak langsung dari pengoperasian layanan avtur ini mulai dirasakan masyarakat melalui penurunan harga tiket pesawat. Gus Fawait menyebutkan, harga tiket rute Jember–Jakarta yang sebelumnya berada di kisaran Rp2 juta, kini turun menjadi sekitar Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta.
“Penurunan harga tiket ini merupakan bagian dari ikhtiar agar masyarakat Jember dapat menikmati layanan transportasi udara yang lebih terjangkau, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas aksesibilitas bagi rakyat,” tandasnya.