Pixel Code jatimnow.com

Napi Kabur di Banyuwangi, Polisi: Mau Ikut Pertemuan Dukun di Semeru

  Reporter : Erwin Yohanes Irul Hamdani
Denny (tengah) saat ditangkap polisi
Denny (tengah) saat ditangkap polisi

jatimnow.com - Meski sempat kabur pada Minggu (14/10/2018) kemarin, Denny alias Deni (39), narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi, akhirnya bisa ditangkap kembali.

Kurang dari 24 jam, tahanan kasus penganiayaan itu ditangkap tim Resmob Satreskrim Polres Banyuwangi di Pasar Pedotan, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Senin (15/10/2018).

Pasar Pedotan sendiri hanya berjarak 50 meter dari Polsek Bangorejo.

"Ditangkap sekitar pukul 04.30 Wib pagi tadi," jelas Kanit Reskrim Polsek Bangorejo, Ipda Sutomo, kepada jatimnow.com.

Tim Resmob sengaja menyanggong Denny di sekitar Pasar Pedotan usai menerima laporan dari Lapas Banyuwangi. Sebab, tersangka diperkirakan akan melintasi kawasan tersebut jika pulang ke rumahnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo.

Baca juga:
Warga Binaan di Lapas Tulungagung Pelihara Domba, Jumlahnya Capai Ratusan Ekor

"Rekan-rekan Resmob menyanggong dan memantau di lokasi hingga Denny muncul," tambahnya.

Denny adalah narapidana kasus penganiayaan yang kasusnya ditangani Unit Reskrim Polsek Bangorejo. Dari perkara itu, Denny yang dikenal sebagai dukun tersebut divonis 8 bulan penjara dan sudah menjalani 5 bulan masa tahanan.

"3 bulan lagi sebenarnya dia akan bebas. Makanya dia jadi Taping Lapas," urainya.

Baca juga:
Delapan Narapidana di Lapas Tulungagung Terima Remisi Hari Natal

Rupanya, Denny tak sabar menanti masa bebasnya. Kepercayaan sebagai Taping di parkiran Lapas Banyuwangi, disalahgunakan. Alasan kaburnya pun dirasa tidak masuk akal dan membuat geli polisi yang menginterogasinya.

"Ada Panggilan dari Gunung Semeru. Katanya mau mengikuti pertemuan para dukun di Gunung Semeru. Dia kan dukun," pungkasnya.

SIG Perketat Budaya K3 Lewat New CLSR
Ekonomi

SIG Perketat Budaya K3 Lewat New CLSR

Di tengah lonjakan angka kecelakaan kerja nasional, SIG berhasil mencatatkan nihil fatalitas pada 2025 melalui penguatan budaya keselamatan kerja.