Pixel Code jatimnow.com

Seluruh Kepala OPD dan Camat Lamongan Jalani Retreat 3 Hari di Malang

Editor : Bramanta   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Foto: Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menyiapkan pemberangkatan retret Kepala OPD dan Camat. ( Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Foto: Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat menyiapkan pemberangkatan retret Kepala OPD dan Camat. ( Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com,- Pemkab Lamongan menggelar retreat untuk Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) dan camat, selama 3 hari di Madivif 2 Kostrad, Kabupaten Malang.

Rombongan Kepala OPD dan camat di berangkatkan dari Kantor Pemkab Lamongan, Jumat (18/7/2025) pagi, dengan pendampingan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Dari pantauan, para peserta retreat menggunakan baju kegiatan dan topi baret. Mereka juga menggunakan tramsportasi truk garnisun TNI menuju Malang.

Menurut Bupati Yuhronur, retreat bisa menjadi momen pembekalan capacity building kepemimpinan dan bela negara. Selain itu juga guna meningkatkan pemahaman para pejabat terkait program-program pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

Baca juga:
Unik! Pohon Pisang di Lamogan ini Berbuah 2 Meter

"Selama tiga hari kedepan, seluruh peserta tidak hanya melakukan kegiatan capacity building saja. Melainkan juga menajamkan pemahan serta menyatukan paham terkait program dari pemerintah pusat hingga daerah," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Selain fokus pada pengembangan capacity building dan pemahaman program, retreat ini juga diharapkan dapat mempererat kerja sama serta meningkatkan kedisiplinan dan pemahaman mengenai profesionalitas kerja.

Baca juga:
Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan

Digelar selama tiga hari mulai tanggal 18 Juli hingga 20 Juli mendatang, retret akan mengambil tema "Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Visioner dan Cinta Tanah Air Dalam Menyongsong Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas dan Adaptif".

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam