Pixel Code jatimnow.com

Ekonomi Warga Bendorejo Lumpuh akibat Pembangunan Jembatan Nglembu Trenggalek

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Bramanta Pamungkas
Rumah warga yang terdampak pembangunan jembatan di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Rumah warga yang terdampak pembangunan jembatan di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan Jembatan Nglembu di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek membuat perekonomian warga sekitar lesu. Belum rampungnya pembangunan jembatan tersebut menyebabkan akses mereka terbatas.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Wardoyo. Jarak pembangunan jembatan sangat dekat sekali dengan rumahnya. Kondisi ini membuat rumahnya terisolir.

Hampir satu tahun pembangunan berjalan menyebabkan ekonomi warga lumpuh. Karena tempat usaha warga yang sepi pengunjung dan minimnya akses akibat pembangunan jembatan tersebut.

"Hampir semua usaha warga yang terdampak pembangunan jembatan berhenti. Sebab, akses jalan yang ditutup total," ujarnya, Senin (12/08/2024).

Wardoyo mengatakan, di sisi lain warga juga mengalami dampak permanen dari pembangunan Jembatan Nglembu. Seperti kondisi rumah yang terhimpit dengan konstruksi bangunan jembatan.

Baca juga:
Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Ini Pesan Dandim 0809 Kediri

Mereka menuntut kompensasi yang adil atas dampak yang dirasakan selama ini. Pemerintah diminta memberikan kompensasi Rp20 juta kepada setiap warga yang terdampak.

"Sampai saat ini kami belum menerima kompensasi. Kami meminta kompensasi Rp20 juta setiap warga terdampak," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Pranoto mengaku sudah menerima keluhan yang dirasakan oleh warga terkit pembangunan jembatan ini.

Baca juga:
Kemenhub dan Pemkab Banyuwangi Matangkan Rencana Pembangunan Skybrigde Ketapang

Sebelumnya, warga juga pernah mendapatkan tawaran kompensasi atas pembangunan Jembatan Nglembu, dimana warga akan mendapatkan kompensasi Rp1,5 juta setiap bulan.

"Tawaran kompensasi itu ditolak warga karena dirasa tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan," pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam