Pixel Code jatimnow.com

Sudah 2 Pekan Kantor Imigrasi Ponorogo Mendadak Sepi, Ini Penyebabnya

  Reporter : Erwin Yohanes Mita Kusuma
Petugas Imigrasi Kelas III Ponorogo melayani pemohon paspor, Kamis (19/9/2018)
Petugas Imigrasi Kelas III Ponorogo melayani pemohon paspor, Kamis (19/9/2018)

jatimnow.com - Kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo hampir dua pekan ini mendadak sepi. Tidak ada lagi antrian di kantor Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tersebut.

"Sudah dua minggu ini tidak ada antrian pemohon paspor. Menurun dratis dari bulan sebelumnya," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Ponorogo Najarudin Safaat kepada jatimnow.com, Kamis (20/9/2018).

Ia menyebut, setiap hari biasanya pemohon paspor mencapai 100-an orang per hari. Sepekan ini, hanya 20-30 an orang per hari.

"Ini tahun ketiga saya disini. Saya sempat heran. Karena di tempat tugas saya sebelumnya tidak demikian. Tiga tahun disini pasti ada yang menurun drastis," urainya

Ia mengaku penasaran dan akhirnya mencari tahu. Hasilnya, penurunan drastis sebulan dalam setahun itu saat bulan Suro.

Baca juga:
Imigrasi Surabaya Buka Layanan Paspor di Umrah Ramadan Expo

"Warga sini masih memiliki kepercayaan. Bahwa tidak boleh atau tidak tepat bepergian jauh ketika bulan Suro. Walaupun tidak semuanya," terangnya.

Setelah bulan Suro, lanjut ia, akan normal kembali. Untuk tahun ini, ia mengaku Oktober nanti akan normal. Dan cenderung meningkat akhir tahun.

"Karena yang menunda itu memilih bepergian setelah bulan Suro. Akhirnya pemohon tambah meningkat. Atau akhir tahun banyak yang liburan ke luar negeri," sambungnya.

Baca juga:
Kemenkumham Jatim Buka Immigration Lounge di Icon Mall Gresik, Urus Paspor Lebih Nyaman

Biasanya akhir tahun peningkatan pemohon paspor mencapai 30-an persen. Dari jumlah itu pengurusan paspor didominasi untuk keperluan umroh yang mencapai 40 persen. Disusul kemudian untuk keperluan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mencapai 30 persen.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam