Pixel Code jatimnow.com

Ruko 2 Lantai dan Pom Mini di Kediri Terbakar

Editor : Yanuar D  
Motor terbakar dalam peristiwa kebakaran di Kaliombo Kota Kediri. (Foto: PMK Kota Kediri/jatimnow.com)
Motor terbakar dalam peristiwa kebakaran di Kaliombo Kota Kediri. (Foto: PMK Kota Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebuah rumah toko (ruko) dan pom mini di Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri terbakar, Jumat (14/6/2024) dini hari.

Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @medsoskediri. Melalui rekaman video itu terlihat api sangat besar membakar ruko dua lantai tersebut.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri Fanni Eryanto mengatakan, peristiwa ini dilaporkan oleh Devi, sekitar pukul 00.51 WIB. Penanangan kemudian dilakukan oleh Anggota Regu 3 Damkar dan Penyelamatan Kota Kediri dengan mengerahkan 3 unit pemadam kebakaran.

“Yang terbakar habis hanya di lantai 1,” kata Fanni, saat dikonfirmasi, Jumat (14/6/2024).

Bangunan ruko ini, lanjut Fanni merupakan milik Arif (48) warga jalan Corekan Raya Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Luas bangunan dua lantai itu mencapai 60 m².

Baca juga:
Pabrik Arang di Desa Gadungan Kediri Terbakar

Sejumlah motor dan seluruh isi bangunan di lantai bawah ludes dilalap api. Perkiraan penyebab kebakaran adalah kerusakan pada pompa mini pom.

“Perkiraan penyebab kebakaran adalah kerusakan pada pompa mini pom dan menimbulkan api,” tambahnya.

Baca juga:
Pastikan Kesiapan Penanganan Kebakaran, Satpol PP Cek Sejumlah Hydrant di Kota Kediri

Api dapat dipadamkan setelah petugas berjibaku selama 1 jam lebih dan dipastikan tidak ada sumber api di titik lainnya.

Sementara itu, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, beruntung api juga tidak merembet ke bangunan lain. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp155 juta.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam