Pixel Code jatimnow.com

2 Pemain Timnas Bakal Perkuat Persebaya Melawan Bhayangkara FC Esok

Editor : Endang Pergiwati  
Ernando Ari. (Tangkapan layar media sosial Bonek Media for jatimnow.com)
Ernando Ari. (Tangkapan layar media sosial Bonek Media for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam pertandingan pekan ke-24 BRI Liga 1 2023/2024, Persebaya akan melawan Bhayangkara FC, Minggu (4/2/2024).

Untuk pertandingan esok, Persebaya mendapat tambahan amunisi. Dua pemain timnas, Ernando Ari dan Toni Firmansyah telah bergabung dalam sesi latihan di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo.

Melalui akun media sosial facebook Bonek Media, Ernando Ari menyatakan, siap tampil melawan Bhayangkara FC, setelah membela timnas Garuda di Piala Asia.

"Senang sekali bisa kembali bersama, saya pasti kangen dengan performa baru, saya ingin mengeluarkan segala kemampuan saya, banyak belajar di turnamen di Piala Asia kemarin, ingin saya tularkan di Persebaya," tulis Ernando dalam akun tersebut, Sabtu (3/2/2024)

Baca juga:
Pelatih Persik Kediri Ungkapkan Kekecewaan Usai Gagal Menang Lawan Persebaya

Sementara Pelatih Kepala Paul Munster yang tampak kecewa dengan pertandingan sebelumnya, karena ditahan imbang oleh PSIS Semarang, cukup berharap akan hasil yang berbeda pada pertandingan berikut melawan Bhayangkara FC.

Ini diungkapkan dalam akun yang sama.

Baca juga:
Catatan Duel Persebaya Surabaya Vs Persija Jakarta: Wasit Keluarkan 8 Kartu Kuning

"Saya merasa kami memulai dengan baik. Kita punya banyak peluang gol. bukan hanya peluang, melainkan peluang gol. Saya sangat tidak bahagia dengan lini depan, karena ekspektasi saya besar di sini. Kita harus recovery, harus fokus pada pertandingan selanjutnya melawan Bhayagkara FC," ungkapnya.

Persebaya dijadwalkan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (4/2/2024) sore.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam