Pixel Code jatimnow.com

Langkah Disbudparpora Ponorogo Wujudkan Reog Diakui Dunia

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Ahmad Fauzani
Disbudaparpora audensi dengan Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kemdikbudristek dan Komisi Nasional Indonesia Untuk Unesco (KNIU) di Jakarta. (Foto: Disbudparpora for jatimnow.com)
Disbudaparpora audensi dengan Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kemdikbudristek dan Komisi Nasional Indonesia Untuk Unesco (KNIU) di Jakarta. (Foto: Disbudparpora for jatimnow.com)

jatimnow.com - Perjuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo agar reog diakui dunia belum padam.

Tahun 2024 nanti Reog Ponorogo masuk ke dalam list daftar pengajuan Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Unesco.

Kendati pengajuan masih satu tahun, Dinas Kebudayaan Pariwsata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) melakukan sederet langkah.

Satu diantaranya melakukan audensi dengan Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kemdikbudristek dan Komisi Nasional Indonesia Untuk Unesco (KNIU) di Jakarta.

“Beberapa waktu lalu kami audiensi. Ini upaya kami (Pemkab Ponorogo) berkoordinasi untuk mengawal jalannya pengusulan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia di enkripsi oleh Unesco,” kata Judha.

Dia menjelaskan bahwa saat ini sudah di akhir 2023. Dimana sudah separuh waktu perjalanan pengusulan dan pengiriman dossier serta video dokumentasinya.

Baca juga:
Somasi atas Mutasi Kepsek Belum Dijawab Gubernur, Ribuan Guru di Ponorogo Gelar Aksi

“Dimana Desember 2024 nanti akan dilaksanakan persidangan penetapan oleh ICH Unesco,” katanya.

Menurut Judha masih ada waktu jika memang dossier (berkas) maupun video dokumentasinya ada yang perlu diperbaiki.

“Masih ada rentang waktu satu tahun kedepan. Jika ada evaluasi, penyempurnaan dan kekurangan berkas yang diajukan setelah dinilai dan diteliti oleh Sekretariat ICH Unesco di Paris,” tegasnya.

Baca juga:
Wagub dan Kapolda Jatim Apresiasi Bumi Reog Berdzikir 2025

"Bila sewaktu-waktu ada informasi permintaan untuk penyempurnaan berkas dari ICH Unesco kita segera dapat memenuhinya bersama,” pungkasnya.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam