Pixel Code jatimnow.com

Ribuan Santri di Bangkalan Belum Terdaftar di DPT Lokus

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Fathor Rahman
Pendataan  pemilih. (Foto: Bawaslu for jatimnow.com)
Pendataan pemilih. (Foto: Bawaslu for jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Ribuan santri di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil belum masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) lokasi khusus (Lokus). Hal itu diketahui saat anggota komisioner Bawaslu Jatim melakukan peninjauan.

Anggota Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta mengatakan, sebelumnya pengurus pesantren sudah mengajukan 3.567 pemilih ke KPU. Namun ribuan data itu mayoritas belum disertai dengan Nomor Induk Keluarga (NIK).

"Kemarin kita ke sana. Dari ribuan data itu baru bisa tercover 1.199 santri saja. Sedangkan sisanya 2.368 santri masih belum terdata di DPT Lokus," ujarnya, Minggu (26/11).

Ia juga mengatakan, dari temuan itu, pihaknya melakukan uji petik terhadap DPT loksus Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan. Dari ribuan nama yang masuk dalam DPT, pihaknya meminta pihak pesantren untuk menghadirkan 2 santri.

Baca juga:
Ikhtiar GP Ansor Bangun Cetak Generasi Qur’ani Melalui MHQ 2026

"Dua santri atas nama Lutfiadi dan Moh. Asrori dihadirkan untuk memastikan bahwa nama-nama itu benar-benar ada dan tinggal di dalam lignkungan pesantren," imbuhnya.

Ia juga menyarankan kepada pihak pesantren untuk mendaftarkan 2000 lebih santrinya untuk melakukan pindah pilih dari daerah asal masing-masing ke daerah domisili sekarang.

Baca juga:
600 Ponpes dalam Bahaya! Menag Ungkap Data Rawan Tinggi, Ini Instruksi Prabowo

"Jika santri ini nanti jadi pemilih khusus yang bisa melakukan pencoblosan diatas pukul 12.00 saat waktu pemilihan, maka dapat dipastikan mereka tidak dapat tercover seluruhnya," pungkasnya.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam