Pixel Code jatimnow.com

RSUD Batarangin, Yang Benar Hospital Apa Hospitel?

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Ahmad Fauzani
Viral tulisan RS baru di Ponorogo, Hospitel Bantarangin (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Viral tulisan RS baru di Ponorogo, Hospitel Bantarangin (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebuah nama unik disematkan di Rumah Sakit (RS) baru milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Adalah Hospitel Bantarangin.

Nama Hospitel Bantarangin itu, sempat menjadi perdebatan baik di media sosial maupun di kalangan masyarakat Ponorogo.

Dalam penulisannya, Rumah Sakit Type D itu Hospitel Bantarangin bukan Hospital Bantarangin. Hal itu bukan salah tulis atau sebuah typo.

Pantauan di lokasi, memang benar bahwa tulisannya Hospitel Bantarangin. Sepekan yang lalu masih bertuliskan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantarangin.

Lokasi rumah sakit berplat merah itu sebelah barat pertigaan Sumoroto sisi sebelah utara. Dulu merupakan puskesmas Kauman.

Lalu bagaimana kebenarannya?

Baca juga:
Bukan Gedung Baru, Begini Strategi RS Kemenkes Surabaya Tingkatkan Mutu Layanan

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menyebut bukan kesengajaan. Namun memang dirinya memberikan nama rumah sakit Type D itu Hospitel Bantarangin.

“Itu bukan salah penulisan. Tidak typo lo ya, memang sengaja menulis Hospitel,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Kamis (28/9/2023).

Secara psikologi, kata dia, jika pasien yang masuk rumah sakit semula tidak terlalu parah menjadi parah. Sehingga dia berusaha merubah pemikiran itu

Baca juga:
Waron Hospital Surabaya Hadir dengan Konsep Smart Hospital Bernuansa Premium

“Kita mencoba merubah pemikiran itu. Masuk rumah sakit sama dengan Hospitality. Di sana (Hospitel) terlayani dengan ramah, kemudian nyaman, kemudian ada senyum yang ramah di front office,” katanya.

Sehingga, kata dia, mereka yang masuk ke Hospitel Bantarangin tidak terlalu parah bisa sembuh. Dia memilih memakai Hospitel, bukan Hospital.

“Kalau Hospital nanti kemlintimen (terlalu gaya). Ya akhirnya Hospitel. Yang dipakai A bukan E. Pelayanannya mirip-mirip hotel,” pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam