Pixel Code jatimnow.com

Air Bersih Tak Mengalir, Ini Tanggapan Perumdam Tugu Tirta Kota Malang

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Achmad Titan
Warga terdampak air bersih di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Warga terdampak air bersih di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Malang - Direktur Utama Perumdam Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas menerangkan penyebab matinya saluran air yang membuat puyeng ratusan warga Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang.

Nor mengakaui air tidak bisa terdistribusikan karena ada pipa bocor di daerah Pulungdowo, Kabupaten Malang.

"Ada kerusakan pipa, tapi sudah dibenahi sekitar jam 9 pagi sudah selesai. Yang harus dipahami yaitu air berbeda dengan listrik, ketika pelanggan membuka kran semua, suplai airnya mengalir bertahap. Butuh elevasi, nanti kalau tandonnya sudah terisi baru otomatis mengalir sedikit-sedikit," ujarnya.

Bahkan pihaknya telah mengajukan penggantian pipa di Pulungdowo ke Pemprov Jatim tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut.

Baca juga:
PDAM Surabaya Umumkan Gangguan Air Bersih Malam Ini, Berikut Lokasinya

"Tindak lanjutnya belum ada, padahal petugas dari Pemprov beberapa waktu lalu sudah melakukan pemantauan," tutupnya.

Diberitakan, ratusan keluarga di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mengeluhkan matinya aliran air bersih.

Baca juga:
Distribusi Air di Surabaya Selatan hingga Timur Terganggu Sabtu Besok

Hal itu membuat warga kebingungan hingga menggunakan air sungai serta meminta bantuan ke warga di luar Wonokoyo demi memenuhi kebutuhan air bersih.

Ketua RW 2, Soleh mengakui air bersih mati berhari-hari di wilayahnya. Bila dirinci sudah 5 hari mati. Padahal kejadian seperti ini tak pernah terjadi, meski pernah tapi hanya beberapa jam saja.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam