Pixel Code jatimnow.com

Hendak Mengairi Sawah, Warga Jombang Temukan Mayat di Saluran Irigasi

Editor : Sofyan Cahyono   Reporter : Elok Aprianto
Mayat tanpa identitas di saluran irigasi pertanian sebelum dievakuasi polisi.(Foto: Polsek Megaluh)
Mayat tanpa identitas di saluran irigasi pertanian sebelum dievakuasi polisi.(Foto: Polsek Megaluh)

Jombang - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di saluran irigasi pertanian di Dusun Kedungboto, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Kamis (11/8) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki. Pertama kali, jasadnya ditemukan Sholeh (50) warga setempat yang hendak mengairi sawah.

"Awal mula saksi berangkat dari rumah untuk mengairi sawah di saluran irigasi persawahan Dusun Kedungboto, Desa Balongsari," terang Kapolsek Megaluh Iptu Wawan Purwoko.

Awalnya, Sholeh melihat ada sumbatan yang mengakibatkan kebocoran dari pipa terpal diameter 2 meter di tengah. Selanjutnya, ia mencari sumber sumbatan dan menemukan di ujung saluran terpal menggelembung. Lalu membuka dengan sabit untuk mengetahui sumber sumbatannya.

"Setelah di buka menggunakan sabit, ternyata terlihat sesosok mayat. Saksi segera melaporkan penemuan tersebut kepada perangkat desa dan meneruskannya kepada kantor Polsek Megaluh," bebernya.

Baca juga:
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Irigasi Persawahan Kediri

Wawan menjelaskan, usia mayat tanpa identitas itu kira-kira 50 tahun. Ciri-cirinya memakai baju koko warna hijau bergaris hitam. Diperkirakan meninggal sudah lebih dari 7 hari.

"Kondisi mayat sudah rusak. Pada bagian kepala sampai terlihat tengkoraknya," katanya.

Baca juga:
Pria Lamongan Ditemukan Meninggal di Sebelah Rel, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kini mayat tanpa identitas tersebut dibawa ke kamar mayat RSUD Jombang guna kepentingan lebih lanjut.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam