Pixel Code jatimnow.com

APKLI Sidoarjo Janjikan Sentralisasi Pedagang

Editor : Sofyan Cahyono   Reporter : Zainul Fajar
Pelantikan pengurus APKLI Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (5/3/2022).(Foto: Zainul Fajar)
Pelantikan pengurus APKLI Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (5/3/2022).(Foto: Zainul Fajar)

Sidoarjo - Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Sidoarjo Abdul Munif menyatakan akan melakukan sentralisasi serta pemberdayaan pedagang di Kota Udang. Pasalnya, sentralisasi merupakan salah satu formula dalam mengembangkan PKL.

“Ke depan, kami akan buat seperti sentra PKL. Dengan itu, minimal pengunjung kalau ke sini punya tempat untuk menuju sentra makanan atau pedagang yang ada di Sidoarjo,” ujar Abdul Munif usai acara pelantikan pengurus APKLI Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (5/3/2022).

Saat disinggung soal stigma miring bahwa PKL adalah biang kemacetan di jalan raya, Abdul Munif menegaskan bahwa hal tersebut menjadi tantangan untuk melakukan penataan ke depannya.

Baca juga:
Jalani Penilaian Adipura, Satpol PP Tulungagung Sterilkan PKL

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai menertibkan PKL di beberapa titik guna mengatasi kemacetan lalu lintas. “PKL itu dipindah atau tidak, ya itu nanti dari pemkab dan tugasnya pemkab. Intinya, kami buat semacam sentra-sentra dan bersinergi untuk menata para PKL dari dulu. Karena yanng paling susah itu menata PkL,” papar Munif.

Baca juga:
Pedagang Tak Resmi di Pasar Keputran Surabaya Ditertibkan

APKLI akan melakukan pendataan serta memberdayakan PKL di Sidoarjo. Saat ini baru sekitar 1.500 PKL yang tercatat di APKLI Sidoarjo.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam