Pixel Code jatimnow.com

Dorong Peran Pemdes Tangani Covid-19, Mas Dhito Gelar Satset Award 2022

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. (Foto: Dok Humas Pemkab Kediri)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. (Foto: Dok Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan inovasi dengan menggelar "Satset Award 2022". Kegiatan ini merupukan upaya mendorong peran pemerintah desa dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Penghargaan ini bertujuan mewujudkan desa tanggap, sehat dan tangguh menghadapi pandemi Covid-19. Nantinya desa yang terpilih akan mendapatkan hadiah dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp100 juta.

Mad Dhito menerangan, Pemkab Kediri menyiapkan anggaran total Rp1,5 miliar dalam bentuk BKK bagi desa yang dinilai berhasil melakukan percepatan penanganan Covid-19. Akan dipilih 15 desa terbaik dalam penanganannya. Penilaian terus dilakukan menyesuaikan kondisi dan situasi Covid-19 di daerah. "Nanti akan dipilih 15 desa berdasarkan hasil penilaian," ujarnya, Rabu (2/3/2022).

Adapun kriteria penilaian meliputi peran aktif anggota Satgas desa, upaya Satgas dalam rangka meningkatkan protokol kesehatan di masyarakat, serta besaran alokasi APBDes melalui penganggaran dana desa yang digunakan untuk penanganan Covid-19.

Penilaian juga termasuk keberadaan sarana dan prasarana dalam rangka penanganan pandemi di tingkat desa. Meliputi, tempat isolasi desa, Posko desa, SOP penanganan bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan kesiapan penanganan warga yang meninggal di rumah dengan status probable atau suspect Covid-19.

"Diharapkan pemerintah desa berperan aktif dan ikut mendaftarkan desanya mengikuti Satset Award 2022 ini. Untuk informasi lebih lanjut, pemerintah desa diharapkan selalu mengikuti instagram satset_award," tuturnya.

Baca juga:
Hari Jadi ke-1222, Pemkab Kediri Gelar Ramadan Berbagi Bersama 1.222 Anak Yatim

Sementara itu, untuk menjangkau pelayanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri, Mas Dhito mengaktifkan kembali layanan telemedicine. Telemedicine merupakan layanan medis secara online yang memungkinkan bagi dokter atau tenaga medis memberikan layanan kesehatan kepada pasien.

"Melalui layanan telemedicine ini warga yang menjalani Isoman dapat memanfaatkan untuk berkonsultasi dan mendapatkan pendampingan secara online lewat aplikasi WhatsApp" imbuhnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kediri Ahmad Khotib mengungkapkan, layanan telemedicine ini, Dinkes bekerjasama dengan IDI Kabupaten Kediri dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kediri. Diharapkan layanan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri.

Baca juga:
Hadiri High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Jatim, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi

Secara detail alur pelayanan telemedicine, lanjut dia, warga melakukan konsultasi kepada dokter pendamping lewat WhatshApp. Kemudian, peresepan obat dilakukan secara online, begitu pula untuk pemantauan dan pemberian panduan. Adapun untuk pengambilan obat dilakukan di puskesmas wilayah setempat.

"Untuk yang isolasi ditempat Isoter hariannya konsultasi maupun pendampingan tetap lewat telemedicine, tapi secara berkala dipantau langsung," pungkasnya.

(ADV)

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com
Pojok Jimerto

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com

Selama delapan tahun, kami juga menjadi lentera di tengah kabut informasi, menuntun pembaca pada logika berfikir dan jalan kebenaran, meski kadang harus menembus riuhnya suara-suara yang bersaing.

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com
Peristiwa

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Tantangan jatimnow hari ini adalah bagaimana berperang melawan informasi yang tak bisa di pertanggungjawabkan asal-usulnya. Tugas jatimnow disitu," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono.