Pixel Code jatimnow.com

Biker Satria FU Tewas Usai Bersenggolan dengan Motor Misterius di Pasuruan

Editor : Arina Pramudita   Reporter : Moch Rois
Motor yang terlibat laka di Pasuruan. (Foto: Istimewa)
Motor yang terlibat laka di Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Pasuruan - Seorang biker Suzuki Satria FU Nopol W 4941 QK tewas setelah bersenggolan dengan kendaraan misterius pada Jumat (5/11/2021) malam, di Jalan Raya Malang-Surabaya depan RM Cianjur Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Identitas korban yakni, M Dimas Aji Setiawan (16), warga Sumberingin, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

"Korban tewas di TKP dalam kecelakaan tersebut," jelas Kanit Lantas Polsek Pandaan, Polres Pasuruan, AKP Gatot Subroto, Sabtu (6/11/2021).

Kejadian bermula saat korban yang mengendarai Suzuki Satria FU melaju dari arah selatan ke utara. Sesampainya di TKP, korban yang melaju dengan kecepatan tinggi, bersenggolan dengan sepeda motor misterius yang berjalan searah namun tidak diketahui nopolnya.

"Usai bersenggolan, korban oleng ke kanan kemudian jatuh terpental ke kanan membentur ujung median tengah jalan," ungkapnya.

Baca juga:
Catat Penurunan Angka Laka Lantas, Polres Ponorogo Terbaik 1 se Polda Jatim

Sampai saat ini, polisi masih melakukan lidik tentang identitas motor yang bersenggolan dengan korban di TKP.

"Kami masih memburu identitas motor yang bersenggolan den korban di TKP. Sebab usai kejadian pengendara motor tersebut kabur," tandasnya.

Baca juga:
Duh Gusti! 1 Motor Diisi 4 Orang, Semuanya Dilarikan ke RSUD Jombang Usai Kecelakaan

Untuk penanganan pasca laka, jasad korban dievakuasi ke RS Pusdik Brimob Watukosek, sementara motor korban diamankan ke Pos Lantas Pandaan.

Lokasi laka lantas di Pasuruan yang tewaskan seorang biker.Lokasi laka lantas di Pasuruan yang tewaskan seorang biker.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam