jatimnow alexametrics

Keren, Mahasiswa di Surabaya Bikin Aplikasi Pasar Loak Versi Android

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Mahasiswa D3 Sistem Informasi Undika Surabaya Muhammad Fikri pencipta aplikasi pasar loak
Mahasiswa D3 Sistem Informasi Undika Surabaya Muhammad Fikri pencipta aplikasi pasar loak

jatimnow.com - Mahasiswa D3 Sistem Informasi Universitas Dinamika (Undika) Surabaya Muhammad Fikri menciptakan aplikasi pasar loak berbasis android yang dinamai loak.in.

Aplikasi yang dibuat mahasiswa angkatan 2018 itu sebagai salah satu tugas akhir masa studinya di kampus yang dulu bernama Stikom Surabaya tersebut. Atas tugas akhir tersebut, dia berhasil lulus dan diwisuda pada Oktober 2021.

Fikri menjelaskan, ide pembuatan aplikasi itu berawal dari studi kasus dirinya yang saat itu ingin menjual besi-besi bekas serta botol-botol plastik, tapi tidak ada tukang loak yang lewat di depan rumahnya.

"Ide ini berawal untuk membuat para tukang loak dapat mencari sampah daur ulang langsung ke penjualnya. Jadi konsepnya, sampah yang masih bisa di daur ulang itu lebih baik dijual," tutur Fikri, Jumat (1/10/2021).

Sebelum membuat aplikasi, Fikri melakukan survei ke para tukang loak yang ada di daerah sekitarnya, kemudian melakukan simulasi secara langsung. Studi kasus dan simulasi itu cukup efektif untuk dapat diterapkan dalam masyarakat.

Fikri menjelaskan, langkah awal penggunaan prototype loak.in adalah dengan melakukan login dan mengisi data diri pada aplikasi tersebut.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Setelah data diri terisi lengkap, user bisa langsung menekan menu loak.in pada halaman beranda, memilih lokasi barang, memasukkan data barang kemudian menekan simpan barang. Selain itu user juga dapat membatalkan barang yang ingin dijual pada menu manajemen pesanan," urainya.

Sedangkan langkah awal bagi para tukang loak pun sama yaitu mengisi informasi dan kelengkapan data diri di aplikasi loak.in, kemudian memilih menu loak.in map pada menu utama beranda.

"Para tukang loak yang menggunakan aplikasi ini dapat memilih barang loak di lokasi terdekat. Jika merasa cocok bisa langsung melakukan penjemputan barang," jelasnya.

"Dan tahap terakhir adalah melakukan ACC bahwa barang telah diambil dan transaksi berhasil atau membatalkan barang loak jika dirasa barang kurang pas," tambah Fikri.

Dia mengungkapkan, aplikasi loak.in yang digarap sekitar dua bulan itu masih dalam pengembangan fitur-fitur, seperti mencari tukang loak di sekitar (untuk masyarakat umum), mencari barang loak di sekitar (untuk pengepul loak) serta fitur notifikasi secara real-time (jika ada perubahan dalam status pesanan).

"Saya berharap aplikasi ini dapat dilaunching dan diimplementasikan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya Pemerintah Kota Surabaya dalam mendukung program green city," ungkapnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/player-manggis-potrait.jpg