Pixel Code jatimnow.com

Tingginya Animo, Untag Surabaya Kembali Perpanjang Pendaftaran Mahasiswa Baru

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Farizal Tito

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperpanjang satu pekan masa pendaftaran bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2020-2021.

"Sampai saat ini kami telah menerima sebanyak 3.277 mahasiswa baru. Insya Allah kami membuka seminggu lagi untuk masyarakat yang mau mendaftar di Untag," kata Rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho usai mengukuhkan mahasiswa baru, Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, perpanjangan pendaftaran tersebut akibat masih tingginya animo masyarakat untuk bergabung di kampus tersebut. Sehingga jika adanya masyarakat yang ingin masuk ke Untag dapat mendaftar melalui jalur khusus, yakni jalur tambahan.

"Sebenarnya pendaftaran gelombang III Untag telah selesai pada 31 Agustus, namun karena animo masyarakat sangat tinggi akhirnya diputuskan pendaftaran diperpanjang hingga sepekan ke depan. Adapun kuotanya sekitar 300an mahasiswa," kata Prof Mulyanto.

Baca juga:
Marak Produk Palsu, Mahasiswa Untag Turun Gunung Bedah Hak Konsumen

Mengenai perkuliahan tatap muka, dikatakan guru besar Akuntansi itu bahwa Untag Surabaya sepakat akan menggelarnya jika Surabaya Raya telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

"Perkuliahan tatap muka khusus untuk mahasiswa baru dan mahasiswa angkatan 2020, juga untuk praktik," kata dia.

Baca juga:
Mahasiswa Terdampak Bencana? Untag Surabaya Siap Bantu! Ini Kebijakannya

Dijelaskannya, mahasiswa semester 1 sampai 3 akan kuliah secara luring, tapi akan diatur pelaksanaannya. Sebab, mahasiswa semester 1 belum pernah merasakan kuliah secara langsung, pun demikian dengan mahasiswa semester 3.

"Mereka nantinya akan kuliah luring 100 persen, namun kapasitasnya akan diatur lebih lanjut," tandasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam