jatimnow alexametrics

Sumirah Lansia Sebatang Kara di Surabaya, Akhirnya Terima Bantuan

Editor : Arina Pramudita Reporter : Ni'am Kurniawan
Nenek Sumirah mendapatkan bantuan sembako di rumahnya di kawasan Simojawar, Surabaya.
Nenek Sumirah mendapatkan bantuan sembako di rumahnya di kawasan Simojawar, Surabaya.

jatimnow.com - Cerita nenek Sumirah yang tak pernah tersentuh bantuan sosial (Bansos) sejak pandemi Covid-19, akhirnya ditanggapi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Wanita lansia yang hidup sebatang kara itu, kini mendapat bantuan sembako.

Sumirah juga diusulkan masuk sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinsos.

Baca juga: Nasib Sumirah, Nenek di Surabaya yang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

"Berdasarkan info warga, saya lanjut berkoordinasi dengan Dinsos, dan saya mengapresiasi langkah cepat Dinsos dalam menindaklanjuti laporan ini. Dinsos sigap memberikan bantuan sembako, mengusulkan untuk dimasukkan menjadi data MBR, serta menawarkan untuk pindah ke UPTD Griya Werdha," ujar Ajeng usai mengunjungi Sumirah dirumahnya dikawasan Simojawar, Sukomanunggal, Surabaya, Rabu (25/8/2021).

Di lokasi, Ajeng mengaku prihatin melihat kondisi Sumirah yang hidup sendiri diusia senjanya. Tak memiliki pendapatan dan hanya mengandalkan uluran tangan dari para tetangga.

Ditemani RW setempat, ia mengaku telah membujuk Sumirah agar berkenan pindah ke Asrama Griya Werdha yang disediakan untuk lansia di Surabaya.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Saya memberikan bantuan santunan dan membujuk untuk pindah ke UPTD Griya Werdha, agar kelangsungan hidupnya lebih terjamin, mengingat kondisi mbah Sumirah sudah berumur 89 tahun," imbuh Ajeng.

Sebelumnya, Sumirah memang seringkali mengajukan diri supaya terdata sebagai MBR, dibantu RT dan RW setempat. Namun upaya ini selalu nihil.

"Dilema, karena beliau tidak memiliki tempat tinggal yang pasti, berdasarkan aturan berlaku dari pusat dan kota Surabaya yang dilaksanakan oleh Dinsos, maka untuk menjadi MBR tidaklah mudah untuk disetujui," kata politisi Gerindra Surabaya itu.

Ajeng menegaskan, kejadian tersebut cukup membuat malu Pemkot Surabaya karena Sumirah adalah warga yang saat ini telah ber KTP Surabaya. Sudah selayaknya menerima kesejahteraan dari pemerintah.

Ia berharap Sumirah berkenan pindah ke Asrama Griya Werdha untuk hidup lebih baik dan mendapat fasilitas permakanan yang cukup.

"Harapan saya beliau dapat segera pindah ke UPTD Panti Werdha, tentunya Pemkot akan memberikan perhatian berupa tempat tinggal yang layak, permakanan, dan vitamin," tandasnya.

Nenek Sumirah adalah warga Kota Surabaya, tinggal seorang diri disebuah kamar kos di Jalan Simojawar Gang 1 nomor 150 RT 01 RW 01, Kelurahan Simomulyo Baru, Sukomanunggal.

Sudah 30 tahun Sumirah menjadi warga kota Surabaya. Berkali-kali berjuang untuk mendapat bantuan, bahkan sampai mengurus ulang KTP dan Kartu Keluraga (KK).

Diumur 89 tahun itu, sewajarnya Sumirah juga mendapat jatah program permakanan lansia yang dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya melalui Dinsos.

"Maem e sak wonten e secol pohong sak urup-urupe (Makan ya seadanya nasi singkong seadanya)," ujar Sumirah.

Terkadang, ia mengaku iri melihat para tetangga sekitar bisa menikmati program Bantuan Sosial Tunai (BST) ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI saat masa PPKM berlaku.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/player-manggis-potrait.jpg