jatimnow alexametrics

Tips Selebriti Chef Olah Petai Supaya Tidak Tinggalkan Bau

Editor : Arina Pramudita
Culinary and Health Consultant, Edwin Lau usai memeragakan resep terbarunya di instagram @chefedwinlau.
Culinary and Health Consultant, Edwin Lau usai memeragakan resep terbarunya di instagram @chefedwinlau.

jatimnow.com - Siapa yang tidak suka petai? Biji dari suku polong-polongan ini menjadi primadona di Indonesia sejak lama. Masyarakat nusantara biasa mengolah petai dengan sambal atau tumis sayuran. Namun tak jarang, petai meninggalkan bau mulut bagi penikmatnya.

Chef Edwin Lau, Culinary and Health Consultant membagikan tips supaya pecinta petai tidak merasakan aroma tajam dari bahan pangan enak satu ini. Ia mengizinkan jatimnow.com mengulasnya secara singkat.

Menurutnya, petai sebaiknya di pre-cooked atau dimasak sebentar sebelum diolah. Yaitu dengan dibakar, rebus, panggang utuh dengan kulitnya atau direndam bersama larutan acar selama beberapa jam.

"Namun secara general, aroma Petai perlu diredam agar lebih banyak orang yang bisa menikmatinya terutama jika dijual di restoran atau hotel," jelasnya melalui akun instagram pribadi @chefedwinlau.

Edwin yang juga seorang selebriti chef ini menyebut, jika petai sebaiknya tidak dikonsumsi mentah atau dalam jumlah banyak. Alasannya karena bisa meningkatkan asam urat dan memberatkan kinerja ginjal.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Bakteri yg terkandung pada petai mentah juga dapat meningkatkan terjadinya radang pada lambung dan usus, serta petai mentah dapat memicu diare jika dikonsumsi dalam jumlah banyak," terangnya.

Namun untuk konsumsi pribadi, menambahkan Petai sedikit pada masakan bersambal dapat meningkatkan kenikmatan dan citarasa umaminya.

"Dan bagi saya, kombinasi antara udang segar, sambal goreng, petai merupakan salah satu trio yang paling lezat dalam kreasi kuliner nusantara," tandas Edwin yang sudah membagikan ribuan tips melalui postingan tebak kuliner.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE