jatimnow alexametrics

Tinjau Penerapan Aplikasi Silacak di Mojokerto, Ini Harapan Panglima TNI

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Achmad Supriyadi
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau penerapan aplikasi Silacak di Mojokerto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau penerapan aplikasi Silacak di Mojokerto

jatimnow.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto meninjau salah satu tempat isolasi terpusat di Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/8/2021).

Kunjungan Panglima TNI dan Kabaharkam ini untuk mengetahui atau mengecek anggota TNI-Polri di lapangan, terkait kemampuan dalam melakukan tracing, testing dan treatment (3T) dan penerapan aplikasi Sistem Informasi Pelacakan (Silacak).

Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam melakukan 3T kepada masyarakat yang terpapar Covid-19, guna percepatan penanganan kasus di puskesmas.

Panglima TNI dan Kabaharkam didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kepala BNPB Letnan Jenderal Ganip Warsito, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan forkopimda Kabupaten/Kota Mojokerto.

Pantauan di lokasi, Panglima TNI meminta kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menghubungi salah satu orang yang terpapar Covid-19.

"Ini kita apresiasi karena positivity rate rendah. Hasilnya mereka mereka mampu menguasai aplikasi Silacak dan inaRISK. Terkait aplikasi Silacak, bukan kita mampu menginput data, tapi di lapangan harus juga paham," terang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Ketika ada notifikasi konfirmasi positif, apa yang kita lakukan adalah tracing kontak erat, kemudian membagi kegiatan mulai dari entrites, lalu klasifikasi, konfirmasi entri tes, mana yang otg mana yang otg ringan. Kemudian laksanakan isoter 10 hari, lalu lakukan testi tes dan bebas. Sedangkan otg ringan lakukan isoter 14 hari, kemudian dilaksanakan testi tes kalau sudah negatif kembali ke masyarakat," papar dia.

Panglima TNI mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan isolasi mandiri sebagai new normal (kebiasaan baru).

"Bahwa penggunaan masker dan isolasi mandiri jadikan kebiasaan baru. Sehingga saat ini ketika kita dalam kondisi badan hangat langsung isoman, masuk kamar lalu lapor ke bidan desa. Kalau itu sudah biasa kita bisa memutus mata rantai Covid-19, karena mau tidak mau kita harus hidup bersama Covid-19, kalau kita tahu kelemahan Covid-19, ya kita bebas," pungkasnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau penerapan aplikasi Silacak di MojokertoPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau penerapan aplikasi Silacak di Mojokerto

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE