Pixel Code jatimnow.com

Bersenggolan Badan, Pria Bertato Sabetkan Pedang ke Sesama Pembeli Pulsa

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Achmad Supriyadi
Pria bertato yang sabetkan pedang ke sesama pembeli pulsa diamankan di Mapolresta Sidoarjo
Pria bertato yang sabetkan pedang ke sesama pembeli pulsa diamankan di Mapolresta Sidoarjo

jatimnow.com - Seorang pria bertato menyabetkan pedang ke sesama pembeli pulsa di Dusun Sidowaras, Desa Kraton, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Pria bertato berinisial L, warga Tambak Kemerakan, Krian itu menyabet Aan Fahrianto Ramadhan saat sama-sama membeli pulsa di konter handphone. Peristiwa itu dipicu hanya karena bersenggolan.

Kapolresta Sidoarjo, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan Satreskrim, sedangkan korban masih mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Anwar Medika.

"Kejadian diawali bersenggolan badan saat keduanya membeli pulsa. Keduanya sempat cekcok mulut dan dilerai warga. Lalu pelaku kembali dengan membawa senjata tajam dan menyabetkan ke korban. Korban menangkis dengan tangan kirinya hingga mengalami luka," tutur Kusumo, Jumat (25/6/2021).

Baca juga:
Polresta Sidoarjo Ungkap Kasus Temuan Jenazah, Satu Tersangka Diamankan

Alumni Akpol 1998 ini menambahkan, setelah menyabetkan senjata tajam, pelaku langsung melarikan diri.

"Pelaku berhasil diringkus di rumah saudaranya yang berada di Taman Pinang Indah Sidoarjo, setelah tim kami melakukan penyelidikan," bebernya.

Baca juga:
Kapolresta Sidoarjo Cek SPPG, Pastikan MBG Sesuai Standar Gizi

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP ayat 2 dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara.

Kapolresta Sidoarjo, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menunjukkan pedang yang disabetkan pria bertato ke sesama pembeli pulsaKapolresta Sidoarjo, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menunjukkan pedang yang disabetkan pria bertato ke sesama pembeli pulsa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam