Datangi SPI dan Bertemu Wali Kota Batu, Ini yang Dibahas KPAI

jatimnow.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu.

"Kami sarankan masyarakat dan pemberitaan media massa harus konsen pada kasus hukumnya yang sedang diproses oleh Polda Jatim. Karena dugaan kekerasan itu dilakukan oleh oknum. Jadi kalau bisa jangan sampai berdampak buruk bagi anak-anak di SPI," jelas Komisioner KPAI, Putu Elvina, Sabtu (12/6/2021).

Dalam kunjungan yang dilakukan pada Jumat (11/6/2021) itu, KPAI melakukan peninjauan beberapa tempat seperti asrama, ruang literasi hingga ruang kelas yang ada di SPI.

Setelah melihat kondisi di dalam, Elvina meminta agar semua pihak dapat memahami jika ada anak-anak yang harus dipenuhi hak perlindungannya dan pendidikannya di SPI saat ini. Harus ada kepentingan yang memfokuskan nasib anak-anak.

"Kemarin saya datang ke sana karena mendengar banyaknya desakan untuk menutup sekolah. Itu bukan solusi, malah bisa menambah masalah. Anak-anak harus tetap bersekolah," ujar Elvina.

Menurut Elvina, KPAI sudah bertemu dengan penyidik Polda Jatim yang menanggani kasus tersebut. Katanya, mereka berkomitmen untuk menyelesaikan kasus dengan baik agar terang benderang. KPAI juga menekankan agar identitas pelapor juga mendapat perlindungan.

"Kasus seperti ini tantangannya banyak, harus mengutamakan prinsip perlindungan anak. Kita terus lakukan konsolidasi agar semua pihak bisa melakukan tugasnya dengan memperhatikan prinsip itu," paparnya.

Menurut Elvina, hal itu penting agar anak-anak bisa terlindungi dan nyaman dan mencegah intimidasi sehingga bisa terpenuhi haknya. Dia mencontohkan, ketika proses hukum berjalan beberapa dari mereka menjadi saksi harus ada pendampingan.

"Walauan pelapor didominasi oleh para alumni, tetap harus ada pendampingan nantinya. Kita juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait baik tingkat kota sampai provinsi," sambung Elvina.

KPAI juga bertemu Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, menekankan agar pemkot bisa memenuhi hak perlindungan anak-anak di SPI.

Terkait dugaan ekploitasi ekonomi, Elvina berpesan agar metode diperbaiki dan mendapat peninjauan dahulu dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kota Batu.

"Dinas Ketenagakerjaan juga diminta untuk memastikan apakah ada laporan terkait anak-anak yang dipekerjakan. Kalau mereka mendapatkan laporan itu, maka harus ada upaya untuk menegur pihak-pihak yang melakukan. Akan tetapi kembali lagi jangan sampai asal menuduh karena semua itu perlu asessment," harapnya.

Sementara Kepala Sekolah SPI, Risna Amalia berharap kedatangan KPAI bisa memberikan semangat dan dukungan psikologis pada para anak-anak sehingga bisa belajar dengan nyaman dan aman.

"Secara psikologis memang bisa memberi dukungan kepada anak didik kami. Meski ada permasalahan pendidikan tetap berjalan baik. Semoga hubungan SPI dan KPAI terus berkesinambungan," ungkap Amalia.

Dengan adanya kesiapan KPAI mendampingi anak, Amalia meyakini pendidikan bisa semakin berkualitas. Sampai sekarang pun SPI selalu berusaha dan memastikan agar menjadi lembaga yang ikut mematuhi aturan berlaku.

"Seperti apa bentuknya masih belum dibahas lebih lanjut. Dari komunikasi berkelanjutan pasti nanti menemukan formula terbaik," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top