Pixel Code jatimnow.com

Mayat Pria dengan Tali Terikat di Perut Gegerkan Warga Surabaya

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Farizal Tito Zain Ahmad
Petugas membawa mayat ke rumah sakit
Petugas membawa mayat ke rumah sakit

jatimnow.com - Sesosok mayat pria tanpa mengenakan celana ditemukan di muara sungai yang berada di belakang kompleks pergudangan di Jalan Greges membuat warga Surabaya geger, Selasa (18/5/2021).

Mayat itu ditemukan dengan kondisi tidak mengenakan celana dan tangan kiri hilang, kaki kanan dan kiri serta wajah yang rusak.

Mayat yang masih belum diketahui identitasnya itu ditemukan sekitar pukul 13.30 dengan terdapat seutas tali yang terikat di perutnya. Wajah mayat Mr X tersebut juga tidak bisa dikenali. 

Kapolsek Asemrowo, Kompol Hari Kurniawan mengatakan mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh sopir truk yang meneruskannya ke security gudang.

"Saat sopir sedang memakirkan truk, ia tiba-tiba mencium bau tidak enak. Saat dicari, sopir kemudian menemukan mayat itu dan melaporkannya ke security atau satpam gudang," kata Hari, Selasa (18/5/2021).

Baca juga:
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Irigasi Persawahan Kediri

Ia menyebut, pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kematian mayat tersebut. Polisi masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit.

"Untuk menentukan (penyebab kematian) harus menunggu hasil autopsi, dan mayat telah dibawa ke Rumah Sakit dr Soetomo," ujar dia.

Baca juga:
Pria Lamongan Ditemukan Meninggal di Sebelah Rel, Polisi Lakukan Penyelidikan

Hari membenarkan jika di perut mayat itu ditemukan ada tali yang melingkar.

"Tali di perutnya. Tetapi ini kan bisa digunakan sabuk atau apa, tali rafia itu. Kemungkinan bisa karena terhanyut, bisa juga bunuh diri, itu masih beberapa kemungkinan. Tapi kami masih belum memastikan. Iya (menunggu hasil autopsi)," tandas Hari.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam