Pixel Code jatimnow.com

Puluhan Karyawan Pabrik Sepatu di Jombang Keracunan Massal

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Achmad Supriyadi
Puluhan buruh pabrik sepatu PT Venezia Footwear di Jombang keracunan massal
Puluhan buruh pabrik sepatu PT Venezia Footwear di Jombang keracunan massal

jatimnow.com - Sebanyak 78 karyawati pabrik sepatu PT Venezia Footwear di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang keracunan mengalami keracunan massal.

Rata-rata karyawati pabrik sepatu itu mengeluh mual, muntah, diare dan demam. Keluhan itu mereka rasakan, diduga setelah menyantap nasi bungkus yang dibeli di warung depan pabrik pada Kamis (29/4/2021).

"Karena para pekerja lembur lalu dipesankan di warung depan pabrik," kata Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Teguh menambahkan, sepulang dari pabrik, ada beberapa pekerja yang mengeluh mual dan diare. Keesokkan harinya, semakin banyak yang mengalami gejala keracunan ketika kembali bekerja.

Baca juga:
Puluhan Orang di Lamongan Keracunan Berkat Tahlilan, 1 Korban Dilaporkan Meninggal

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan (kiri) mengecek TKP bersama anggotaKasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan (kiri) mengecek TKP bersama anggota

"Data terakhir 78 orang. Yang 74 di Rumah Sakit Mojowarno. Nasi bungkus itu lauknya cecek atau kulit sapi dan minumnya air putih yang dibuat oleh pabrik," ungkap Teguh.

Baca juga:
BGN Perketat SOP di Jawa Timur untuk Cegah Keracunan Massal Program MBG

Masih kata Teguh, timnya menyita nasi bungkus yang habis dimakan dan sisa makanan di warung tempat membeli untuk berbuka puasa tersebut.

"Kami melakukan pemeriksaan terhadap penanggung jawab pabrik, pemesan makan dan warung (pembuat makanan). Menyita barang bukti sisa makanan dan mengirimkan ke labfor," pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam