jatimnow alexametrics

Geliatkan Ekonomi Lokal, Kota Batu Gelar Pameran Barang Antik

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Galih Rakasiwi
Geliatkan Ekonomi Lokal, Kota Batu Gelar Pameran Barang Antik

jatimnow.com - Among Tani Foundation (ATF) menggelar pameran barang antik guna menggeliatkan ekonomi lokal Kota Batu.

Beragam barang kuno dipamerkan di halaman kantor ATF yang berada di Jalan Hasanudin, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Barang antik yang dipamerkan seperti meja, kursi, lemari, alat komunikasi, peralatan dapur, hiasan, lukisan yang berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Suasana itu pun mampu membuat pengunjung seolah kembali ke masa lalu. Pameran bertajuk Batu Vintage itu digelar mulai 26-31 Desember 2020.

Ketua Panitia Batu Vintage, Septi Widi mengatakan event tersebut diramaikan oleh 9 komunitas barang antik. Total ada puluhan barang baik dari jaman kolonial hingga kerajaan masa lalu.

"Banyak ragam barang antik dipamerkan di sini. Harapan kami acara ini bisa menggeliatkan perekonomian saat pandemi terutama bagi pecinta antikan," kata Septi, Sabtu (26/12/2020).

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Salah satu perwakilan Djadoel Antikan Antiques shop, Maulland Gunthur mengungkapkan bila ia membawa puluhan barang antik berbagai jenis.

Paling utama adalah keramik peninggalan Kerajaan Majapahit dan Dinasti Tang masa kerajaan Cina dengan harga jutaan hingga ratusan juta rupiah.

"Ada juga barang yang direstorasi seperti lemari, meja dan kursi. Dia juga bercerita salah satu barang antik yang dibawanya diperoleh dari rombengan yang ada di Kota Batu seperti ini celengan buatan Amerika dengan bertuliskan Patjan 1823," ujar dia.

Kelebihannya berbentuk burung ketika dimasukkan uang nanti jatuh kebawah seolah-olah dimakan oleh anaknya. Dulu Gunthur membeli barang tersebut dari temannya seharga Rp 500 ribu.

"Kalau dijual berapa saya belum tahu. Tapi kalau yang lain saya sudah patok harga. Contohnya radio tabung meski keadaan mati tampilannya masih bagus antara Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta. Bila masih fungsi bisa sampai Rp 10 juta," lanjutnya.

Ia berharap, event ini bisa jadi wadah penghobi, penjual, dan kolektor barang antik serta bisa digelar rutin tiap tahun.

Terlebih Kota Batu merupakan tempat wisata, keinginannya ada ruang khusus bagi penyuka barang antik seperti daerah lain.

"Kalau ada ruang pasti bisa jadi tempat transaksi dan membuka peluang ekonomi kreatif untuk restorasi barang antik," tandasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE