jatimnow alexametrics

Mantan Atlet Nasional Balap Sepeda di Surabaya yang Kini Terabaikan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Jajeli Rois
Tarwi, mantan atlet nasional balap sepeda di rumahnya di Surabaya
Tarwi, mantan atlet nasional balap sepeda di rumahnya di Surabaya

jatimnow.com - Prestasi yang diraih atlet balap sepeda, Tarwi (79) dulu sangat membanggakan bagi Kota Surabaya. Pensiunan pegawai Pemkot Surabaya ini mencatatkan puluhan prestasi secara nasional maupun internasional.

Namun nasib yang dialami Tarwi sangat memprihatinkan. Sejak Tahun 1962, Tarwi menjadi juara II di Piala PSBS Surabaya. Hingga tahun 2012, Tarwi menjadi Juara I Piala Alpen, pada usia 50 tahun.

Pada Tahun 1968, Tarwi mengikuti perlombaan Balap Sepeda Wali Kota Cup. Dia berhasil menyabet juara I. Atas prestasinya, Tarwi bertemu pejabat pemkot (dulu Kota Madya) Abdul Khamid dan diangkat sebagai tenaga honorer di pemkot dengan gaji Rp 28.

Pada PON ke VII Tahun 1969 di Surabaya, Tarwi memborong 5 emas dan 2 perak. Dia pun berhasil menjuarai balap sepeda Piala Wali Kota Cup II.

Keberhasilan Tarwi memenangkan berbagai kejuaraan balap sepeda dengan modal dengkul dan betis, membuat Soekotjo-Wali Kota Surabaya memberikan hadiah berupa rumah dinas di Jalan Ngagel Kebonsari.

"Rumah ini menjadi sejarah, karena hadiah dari Pak Soekotjo-Wali Kota Surabaya saat itu," ujar Tarwi saat bincang-bincang dengan jatimnow.com, Senin (7/12/2020).

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Seiring berjalannya waktu, Tarwi terus mencatatkan prestasinya. Bahkan di waktu pensiun dan lanjut usia, Tarwi masih diperlukan tenaganya untuk melatih anak-anak jalanan menjadi atlet balap sepeda. Juga melatih klub balap sepeda di Surabaya.

Namun nasib mengenaskan dialami Tarwi. Selama melatih di Liponsos Pemkot Surabaya maupun klub di Surabaya, dia tidak pernah mendapatkan gaji.

"Nggak pernah dapat gaji. Bahkan saya sering nomboki (mengeluarkan uang pribadi) untuk keperluan anak-anak mengikuti perlombaan," ungkapnya.

"Istri saya sering memarahi saya, karena mengeluarkan uang pribadi. Tapi bagi saya, ini hobi dan saya senang menjalani sebagai pelatih dan ikut balap sepeda," jelasnya.

Di usianya yang hampir 80 tahun ini, Tarwi berharap rumah hadiah dari Wali Kota Soekotjo itu mendapatkan sertifikat.

"Mulai dari dulu rumah ini tidak ada surat-suratnya. Dulu saat menerima hadiah rumah ini, hanya diberikan tulian tangan dari Pak Soekotjo," pungkasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif