Gandeng Penyintas Covid-19, Khofifah Bersepeda hingga Bagikan Masker

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama para penyintas Covid-19 yang tergabung dalam Ikatan Alumni Pasien Sembuh Covid-19 RS Lapangan Indrapura menggelar gerakan maskerisasi dan edukasi.

Edukasi yang dilakukan mereka pada Minggu (23/8/2020) itu terkait bagaimana bersepeda yang aman di era pandemi sesuai pedoman WHO dan Bike to Work (B2W) Indonesia.

Dalam pedoman WHO Moving around during the Covid-19 outbreak disebutkan bahwa jalan kaki maupun bersepeda dianjurkan sebagai alternatif metode transportasi di era pandemi ini, karena relatif lebih mudah untuk melakukan jaga jarak dibandingkan moda transportasi lain.

"Jadi dalam kegiatan ini kita mencontohkan bagaimana pelaksanaan bersepeda yang sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dari WHO dan B2W sehingga kita tetap bisa bersepeda dengan aman dan sehat," jelas Gubernur Khofifah dalam siaran pers yang diterima jatimnow.com, Senin (24/8/2020).

Dalam kegiatan tersebut, sesuai dengan pedoman B2W Indonesia, bersepeda benar-benar dibatasi dan diatur dalam rombongan kecil yaitu dua hingga lima pesepeda. Selain itu pesepeda harus tetap menggunakan masker, jaga jarak dan mematuhi rambu lalu lintas.

Sesuai rilis dari Pusat Krisis Kemenkes RI, penggunaan masker dan jaga jarak minimal dua meter mampu menurunkan penularan hingga mencapai 100 persen. Karenanya saat istirahat para peserta juga harus tetap jaga jarak dan tetap memakai masker serta dipastikan tidak nongkrong terlalu lama.

Gubernur Khofifah dan para penyintas Covid-19 di JatimGubernur Khofifah dan para penyintas Covid-19 di Jatim

Gubernur Khofifah berharap, aktivitas ini mampu menjadi teladan bagi masyarakat yang memang animonya sangat tinggi dengan aktivitas bersepeda. Dengan demikian masyarakat akan tetap bisa bersepeda dengan aman dan tetap sehat.

"Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang juga disarankan oleh WHO ketika pandemi berlangsung. Apalagi animo masyarakat juga tinggi. Untuk itu mari tetap aktif berolahraga dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.

Setelah melepas para peserta, Gubernur Khofifah bersama para kepala OPD Pemprov Jatim ikut bersepeda bersama dengan Penyintas Covid-19 menuju Taman 10 Nopember (Mundu), Tambaksari, Surabaya.

Di sana, Gubernur Khofifah bersama rombongan membagikan 5.000 masker, 200 paket protokol kesehatan dan 100 paket sembako kepada masyarakat, pedagang kaki lima hingga petugas kebersihan.

Perlu diketahui, Ikatan Alumni Pasien Sembuh Covid-19 ini menjadi yang pertama di Indonesia. Gubernur Khofifah berharap inisiatif ini bisa menginspirasi para penyintas Covid-19 lainnya di seluruh Indonesia untuk ikut bergabung dan berkontribusi dalam melawan pandemi Covid-19.

Diharapkan pula ikatan alumni ini mampu memberikan dorongan motivasi bagi mereka yang sekarang masih dirawat di rumah sakit karena Covid-19 agar tetap memiliki optimisme dan semangat.

"InsyaAllah mereka yang saat ini masih terkonfirmasi positif akan sembuh semuanya seperti yang di rumah sakit lapangan yang sembuh 100 persen. Menurut saya ini akan menjadi energi baru bagi Jatim untuk mengedukasi masyarakat yang mungkin masih menganggap enteng Covid-19," ungkapnya.

Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, para penyintas Covid-19 ini telah melakukan pendampingan untuk mencegah stigma negatif pada penyintas Covid-19 di 24 kampung dan 11 perusahaan.

Puluhan dari mereka juga menjadi donor plasma konvalesens dan saling bergotong royong untuk mensuport pemulihan ekonomi masing-masing keluarganya.

Ke depan, Gubernur Khofifah berharap ikatan alumni ini mampu melakukan pendampingan tidak hanya di area Surabaya, tapi juga daerah lain seperti Sidoarjo dan Gresik. Apalagi kedua daerah tersebut banyak terdapat kantor-kantor atau perusahaan.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top