Ini Alasan Pegawai Telkomsel di Surabaya Bocorkan Data Pelanggan

jatimnow.com - Polisi membeberkan pegawai Grapari Telkomsel Rungkut, Surabaya yang membocorkan data pribadi Denny Siregar hingga diposting oleh akun Twitter @opposite6891. Pegawai itu berinisial FPH (27).

"Pada 9 Juli 2020, Unit II Subdit I Dittipid Siber mengamankan pegawai Grapari Telkomsel berinisial FPH di Rungkut, Surabaya," jelas Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers seperti dilihat jatimnow.com secara daring, Jumat (10/7/2020).

Awi menyebut bahwa FPH merupakan pegawai outsourcing. Penangkapan tersangka FPH atas kasus illegal access.

Sementara Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol menyebut bahwa tersangka merupakan salah satu pegawai outsourcing di Grapari Telkomsel di Ruko Merr Square, Rungkut, Surabaya.

"Dia bertugas sebagai customer service yang memiliki kemampuan akses data pelanggan secara terbatas," tegas Reinhard.

Baca juga:  

Reinhard menjelaskan, dalam aksinya tersangka memanfaatkan kemampuannya membuka akses data untuk mendapatkan informasi terkait profil Denny Siregar. Kemudian memberikan capture atau tangkapan layar Denny Siregar kepada akun @opposite6891 melalui direct message pada 4 Juli 2020 pukul 08.00 Wib.

Data Denny Siregar kiriman tersangka FPH itu kemudian diposting akun @opposite6891 melalui Twitter pada pukul 11.19 Wib, 4 Juli 2020 dengan narasi "Kepencet Den @Dennysiregar7 Suerr gak sengaja".

"Tapi postingan akun @opposite6891 itu diketik kembali dan bukan hasil capture yang dikirim tersangka FPH," beber Reinhard.

Dia juga menjelaskan motif FPH memberikan data pribadi Denny Siregar itu kepada akun @opposite6891.

"Secara pribadi tersangka FPH ini simpatik dengan akun @opposite6891 dan tidak menyukai DS (Denny Siregar). Juga karena FPH pernah dibully oleh akun-akun pendukung DS," tandasnya.

Reinhard juga menyebut bahwa timnya masih menelusuri keberadaan pemilik akun Twitter @opposite6891.

"Untuk pemilik akun Twitter @opposite6891 sedang kami lidik keberadaannya," tegasnya.

Di tempat yang sama, Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel, Andi Agus Akbar meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan atas nama Denny Siregar.

"Setelah ada ramai-ramai, Telkomsel melakukan investigasi. Kemudian pada 8 Juli 2020 kami melakukan laporan ke Bareskrim. Kami mohon maaf kepada Bapak DS atas ketidaknyamanan ini," terang Andi.

Andi menyebut kasus ini menjadi pelajaran bagi Telkomsel.

"Kami dari pihak Telkomsel terus berusaha memastikan keamanan data pelanggan. Ini pelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top