Belum Serahkan Surat Mundur ke PDIP, Keseriusan Armudji Dipertanyakan

jatimnow.com - Mimpi Armudji bisa maju sebagai bakal calon wali kota Surabaya bersama pejabat Pemkot Surabaya akhirnya kandas.

Politisi PDIP yang kini duduk di DPRD Jatim menggelar konferensi pers. Ia pamitan, mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai salah satu bakal calon wakil wali kota Surabaya dari PDIP.

Politisi senior yang ngeklaim menjadi penerus Wali Kota Tri Rismaharini telah resmi mendaftar untuk memperoleh rekomendasi DPP itu berdalih adanya pengurus PDIP Surabaya menghalanginya.

"Ada beberapa pengurus DPC yang menghalang-halangi saya untuk berkonsolidasi. Makanya dari itu lebih baik saya yang mundur. Kita beri kesempatan pada mereka untuk maju. Meskipun sampai saat ini siapapun yang direkom belum tahu," ungkapnya kepada wartawan di Kafe Omah Sae Jalan Musi, Surabaya.

Saat pamitan, Armudji juga 'memamerkan' surat pengundurannya. Tapi entah mengapa surat itu tidak diserahkan ke DPC. Padahal lokasi konferensi pers dengan Kantor DPC PDIP Kota Surabaya tidak begitu jauh.

Armudji belum merespon saat dikonfirmasi hingga pukul 19.37 Wib, Minggu (5/7).

Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya Anas Karno lantang menyatakan jika surat pengunduran dari Armudji belum diterima.

"Belum ada," tegas Anas Karno, Selasa (7/7/2020).

Ia merasa yakin bahwa Armudji belum menyerahkan surat tersebut ke DPC PDIP Kota Surabaya

"Yakin. Kalau ada, pasti sekretariat DPC mengabari," tandas anggota komisi B DPRD Surabaya ini.

Yang aneh, dalam surat yang beredar itu ada tiga alasan yang menyebabkan Armudji mundur.

Dalam surat tanpa tanggal yang beredar, menyebutkan tiga alasan pengunduraan diri Armudji:

1. Akan berkonsetrasi membantu masyarakat yang kesulitan di masa pandemi covid 19 khususnya wilayah Kota Surabaya.

2. Melihat perkembangan situasi politik sebagai kader PDI Perjuangan kami mengedepankan azas kemanusiaan, menghadirkan wajah kader yang menampilkan pelayanan bagi masyarakat.

3. Sebagai kader kami siap menjalankan instruksi dan tunduk patuh terhadap keputusan ketua Umum Ibu Hj Megawati Soekarnoputri.

DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menanti surat tersebut sebagai tanda keseriusan Armudji. "Pada prinsipnya kalau surat tersebut belum ada di DPC,  Pak Armudji belum serius mundur," tandas Anas.

Yang benar?

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top