Pilwali Surabaya 2020

Reklame Eri-Cak Ji Bertebaran, Kapan Ada Penertiban Lagi?

jatimnow.com - Reklame bergambar Eri Cahyadi dan Armuji (Cak Ji) di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya dicopot paksa oleh anggota Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas). Kapan ada lagi?

Reklame bergambar Eri dan Cak Ji itu tersebar di pelosok Kota Surabaya. Reklame itu menjadi sorotan karena mencantumkan gambar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Mereka berdua mengklaim sebagai penerus Risma.

Reklame bergambar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya dan anggota DPRD Jatim itu pernah ditertibkan oleh anggota BPB Linmas Surabaya.

Namun kini tidak terlihat ada lagi penertiban serupa.

Baca juga:  Satpol Diminta Tertibkan Reklame Eri Cahyadi

Menjamurnya reklame atau spanduk Eri dan Cak Ji itu disoal Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Surabaya, Samsurin. Dia meminta Satpol PP Surabaya harus berani dan tegas menertibkannya.

"Spanduk liar harusnya Satpol PP berani menertibkan. Itu bukan tugas pengawas pemilu, bukan tugas bawaslu karena tahapan masa kampanye belum dimulai," terang Surin-sapaan akrab Samsurin, Kamis (18/6/2020).

Surin menambahkan, tidak hanya spanduk Eri Cahyadi bersama Risma saja yang harus dicopot. Jika ada spanduk Armuji pun juga harus dicopot.

"Jangankan spanduk Eri sama Risma, spanduknya Armuji juga yang besar-besar harus diturunkan," jelasnya.

Surin meminta Wali Kota Risma juga bisa memberikan contoh yang baik bagi anak buahnya. Termasuk memerintahkan Satpol PP untuk menertibkan spanduk atau banner-banner tersebut.

"Ya wali kota harus tegas. Yang bisa memerintahkan Satpol PP kan ya wali kota untuk menertibkan spanduk-spanduk liar itu. Jangan ngajari orang yang nggak benar," tegasnya.

Dari pantauan jatimnow.com Jumat (19/6/2020), reklame Eri-Cak Ji yang juga mencantumkan gambar Wali Kota Risma masih terpasang di Jalan Embong Malang.

Terpisah, Armuji saat dikonfirmasi jatimnow.com hingg hari ini belum merespon. Sedangkan Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengaku tidak tahu siapa yang memasang reklame itu.

Tidak," jawab Adi.

"Siapa pun bisa membuat klaim-klaim yang sama. Tapi yang memutuskan DPP PDI Perjuangan. Itu yang pasti," ujar Adi pada Sabtu (13/6/2020).

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top