Pemicu Terbakarnya Mobil yang Sebabkan 2 Bocah Tewas Masih Misterius

jatimnow.com - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur melakukan identifikasi atas terbakarnya mobil yang menyebabkan dua bocah tewas di Dusun Nampes, Deso Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/5/2020).

Personel Tim Labfor Polda Jatim Kompol Agus Santosa mengatakan, dalam identifikasi tersebut, tim labfor tidak menemukan bekas korek api ataupun petasan yang sejak kemarin disinyalir menjadi pemicu kebakaran tersebut.

"Terkait adanya dugaan main korek api, kita tadi sudah mencari secara detail, kita tidak menemukan, petasan juga tidak ada. Tadi kita bongkar, kita bersihkan, kita tidak menemukan bangkai korek," terang Agus.

Dalam identifikasi dan olah TKP itu, tim labfor telah melihat pola bekas penjalaran api dalam kebakaran mobil tersebut.

Baca juga:  

"Jadi lokasi awal munculnya api itu sudah kita lihat, sudah kita tentukan di bagian dashboard mobil," paparnya.

Setelah meruntut penjalaran api dari lokasi awal api muncul, tim labfor mengambil beberapa barang bukti. Di antaranya 1 kantong plastik berisi abu arang sisa kebaran, kabel power dari kutub positif aki mobil ke arah audio.

Pada kabel di kutub positif aki tersebut, tim labfor menemukan kabel tambahan yang jalurnya juga ke arah audio dan aki.

"Itu (kabel tambahan) nanti yang akan kita dalami, apakah ini menjadi penyebab. Nunggu kita periksa dilab dulu," ungkapnya

Agus menyebut bahwa hasil laboratorium tersebut memerlukan waktu dua minggu. Dan dari proses labfor itulah baru bisa melihat apakah di kandungan abu arah itu ada sisa kandungan residu bahan bakar atau kabel-kabel ada yang bermasalah.

"Apakah ini karena konsleting, belum tentu juga. Kita ini hanya ambil abu dan kabel itu, nanti kami dalami. Apakah itu nanti sebagai penyebab, nanti akan kita tuangkan dalam berita acara dan akan kita serahkan ke Polres Pasuruan atau Polsek Pandaan," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top