'Diserang' Bandar, Polri Bakal Bongkar Jaringan Narkoba Lebih Besar

jatimnow.com - Membongkar sindikat narkoba dengan barang bukti fantastis, bukan tanpa risiko. Polisi reserse narkoba harus dihadapkan dengan 'serangan balik' para bandar yang dilakukan dengan cara apapun.

Seperti yang dialami Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Berulangkali mereka membongkar sindikat narkoba jaringan internasional dengan jumlah barang bukti yang cukup besar. Berungkali pula mereka dihadapkan dengan 'serangan balik' para bandar.

"Satresnarkoba Polrestabes Surabaya sudah memprediksi bahwa akan ada tekanan-tekanan berkaitan dengan kelompok-kelompok, jaringan-jaringan narkotika. Namanya kita habis nangkep besar, pasti dicari celah-celahnya," terang Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian kepada wartawan, Jumat (22/5/2020) malam.

Terbaru, Memo dan timnya bahkan menyita 100 kilogram atau 1 kuintal lebih sabu dari sindikat narkoba jaringan internasional. Dari sindikat ini, satu di antaranya tewas ditembak lantaran melawan menggunakan senjata api saat disergap.

"Memang resiko jika kita mengungkap jaringan besar narkoba. Karena pasti bikin resah bandar atau target yang akan kita tangkap. Apalagi yang terakhir (1 kuintal sabu), adalah jaringan internasional," paparnya.

Menurut Memo, 'serangan balik' itu dilakukan oleh bandar dengan berbagai cara dan dilakukan secara tidak langsung. Rata-rata mereka lakukan dengan memakai dengan campur tangan pihak lain.

"Kami sudah melakukan analisa. Setelah ungkap kami dirilis, mulai dari 7 juta pil koplo (double l), 30 kilogram sabu, 7 kilogram sabu hingga 12 ribu butit pil ekstasi, setelahnya pasti ada yang menyerang kami, dengan cara apapun," ungkap Alumni AKPOL Tahun 2002 ini.

Hingga saat ini, timnya terus melakukan analisa dan pelacakan siapa saja yang dilibatkan para bandar untuk melakukan 'serangan balik' terhadap kesatuan yang dipimpinnya.

Di sisi lain, saat dikonformasi terkait informasi bahwa Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap pria berinisial S di Jalan Sukomanungal Surabaya, Memo memastikan penangkapan itu tidak ada.

Begitu pula dengan adanya dugaan pemerasan atau menguras uang tersangka sebanyak Rp 2 miliar, Memo juga memastikan kabar itu tidak benar.

"Itu semua tidak benar," tegasnya.

Memo menyatakan, meski mendapat fitnah semacam itu, ia dan timnya tetap solid. Ia bahkan meyakini bahwa Polri akan tetap bekerja untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

"Saya yakin, atas perintah Bapak Kapolda Jatim agar kami berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya tentang jaringan (100 kilogram sabu) ini, Polri akan membongkar jaringan yang jauh lebih besar," ungkapnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top