jatimnow alexametrics

Kapal Layar asal Belgia Dihalau Keluar Pulau Bawean Gresik

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Sahlul Fahmi
Kapal layar asal Belgia yang dihalau dari Pulau Bawean Gresik
Kapal layar asal Belgia yang dihalau dari Pulau Bawean Gresik

jatimnow.com - Rombongan wisatawan asal Belgia yang bersandar di perairan Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, akhirnya bertolak menuju Barito, Kalimantan, Rabu (22/4/2020) pagi.

Kepala Desa Tanjung Ori, Nurahli mengatakan, wisatawan yang menaiki kapal layar tersebut berjumlah lima orang bersaudara. Mereka dikabarkan mulai terlihat berada di perairan desanya sejak Selasa (21/4/2020) siang.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Begitu mendapatkan laporan warga, saya beserta jajaran muspika dan TNI-Polri Kecamatan Tambak bersama tim kesehatan, penerjemah dan rekan-rekan LSM langsung mendatangi rombongan turis tersebut dengan menggunakan perahu klotok," kata Nurahli

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa rombongan turis yang dipimpin oleh William (53) itu sebelumnya berangkat dari Bengkulu dengan tujuan Barito, Kalimantan. Namun di tengah perjalanan, mereka beristirahat semalam di Pulau Bawean yang lokasinya berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan.

 

Muspika bersama TNI-Polri Kecamatan Tambak, Pulau Bawean melakukan patroliMuspika bersama TNI-Polri Kecamatan Tambak, Pulau Bawean melakukan patroli

"Selama bersandar kami tidak izinkan mereka turun ke daratan. Dan setelah kami lakukan negosiasi akhirnya mereka bersedia meninggalkan Bawean tadi pagi sekitar jam 9.00 Wib," ujar Nurahli.

Sementara itu Camat Tambak, Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengapresiasi warga yang melaporkan keberadaan kapal layar asing yang memasuki Kepulauan Bawean di saat pandemi Virus Corona (Covid-19) mewabah.

"Kami berharap kepada masyarakat untuk tidak segan-segan memberikan informasnya jika ada kapal asing yang berlabuh di Pulau Bawean," ucap Agung.

Dia menegaskan bahwa pihaknya beserta TNI-Polri akan terus melakukan pemantauan demi keselamatan warga Bawean dari bahaya Covid-19.

Sementara itu, Direktur LSM Bawean Corruption Watch, Dari Nazar yang juga turut dalam penghalauan kapal itu menyebut bahwa sejauh ini, dua kecamatan di Pulau Bawean yaitu Kecamatan Tambak dan Sangkapura masih dinyatakan sebagai kawasan yang masih bersih dari Virus Corona, sehingga dua kecamatan itu tidak masuk dalam wilayah PSBB.

"Ini adalah bukti kerja keras semua elemen pemerintah desa dan muspika yang ada di Bawean. Semata-mata demi keselamatan warganya," ucap Nazar.

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif