Wabah Virus Corona

IDI Surabaya Buka Layanan Bantuan APD dari Masyarakat

jatimnow.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya membuka layanan bantuan untuk penanganan wabah Virus Corona (Covid-19). Layanan ini bertujuan untuk menggalang bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dari masyarakat yang ditujukan untuk para dokter.

Ketua Satgas Covid-19 IDI Cabang Surabaya, Dr. Musofa Rusli mengatakan, penggalangan donasi ini telah dilakukan selama kurang lebih satu minggu. Namun layanan bantuan ini tidak dalam bentuk uang, melainkan APD yang dibutuhkan para dokter yang sedang bertugas menangani pasien Corona.

"Ya asumsinya wabah ini kan kita tidak tahu kapan selesainya. Yang jelas kalau semakin lama, stok APD semakin berkurang. Nah antisipasinya, menggalang donasi dari masyarakat," kata Musofa saat dikonfirmasi jatimnow.com, Minggu (29/3/2020).

Ia menambahkan, dalam kurun waktu sepekan terakhir, pihaknya telah menampung kurang lebih ratusan barang bantuan dari masyarakat seperti masker.

"Ya lumayan masker N95 itu sudah ada beberapa dus atau jumlahnya ratusan dan langsung kita distribusikan ke anggota kami yang bertugas di rumah sakit di Surabaya. Jadi kita tidak dibuat untuk stok, langsung digunakan untuk pelayanan," ungkapnya.

Musofa menyebut bahwa IDI Surabaya menggalang donasi dari masyarakat berupa APD seperti hazmat suit, safety goggles, masker, handscoon, safety boots, hand sanitizer, sabun, disinfektan. Selain itu pihaknya tidak menutup kemungkinan membuka bahan lain seperti multivitamin dan lainnya.

"Selain APD, masyarakat juga banyak yang menyumbangkan seperti susu, multivitamin. Intinya yang relevan untuk membantu para dokter yang berada di garda terdepan dalam penanganan wabah ini," tambahnya.

Saat ditanya terkait bantuan APD dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pihaknya mengaku tidak berkoordinasi, tetapi layanan ini ditujukan kepada masyarakat yang ingin menyumbang saja.

"Kalau terkait bantuan itu kita belum ada koordinasi dengan pihak pemkot. Prioritas IDI Surabaya ini mengurusi dokter bukan rumah sakitnya. Intinya kami menjaga anggota kami agar tetap bekerja dengan baik dengan APD yang benar. Jika yang ngurusin rumah sakit organisasinya Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)," paparnya.

Dia mengaku bahwa ada sekitar 2000-an dokter yang terlibat dalam penanganan wabah Covid-19 di Surabaya.

"Ya sekitar 2000 dokter spesialis anggota IDI yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19. Namun ada sekitar 1000 orang dosen spesialis di atas usia 60 tahun ditarik atau dirumahkan dalam penanganan Covid-19. Namun untuk praktik operasi yang biasanya dilakukan tetap diperbolehkan," tandasnya.

 

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top