Petualangan di Alas Baluran (4)

Dihadang Tiga Pasang Mata

jatimnow.com - Aku dan Erer balik arah meninggalkan Savana Bekol. Sisa hujan mengiringi perjalan balik ke penginapan. Sorot lampu motor menarik perhatian ribuan serangga yang beterbangan di kedalaman hutan.

Meski begitu mataku harus fokus menghindari jalan berlubang dan licin. Erer terdiam seribu bahasa, hanya suara mesin motor dan suara binatang malam yang terdengar.

Rasa khawatirku mulai muncul. Jika ban motor bocor di sini, kemungkinan hanya punya satu opsi, yaitu bermalam di tengah hutan. Sedikit merinding juga, terbayang jika di hutan sebesar ini banyak dihuni makhluk astral.

Saat pikiranku tak menentu, tiba-tiba tiga pasang mata menghadangku tepat di tengah jalan. 'Mak plas' rasanya. Tanganku reflek menarik rem hingga motor terhenti. Mata-mata itu menatap tajam ke arahku. Beberapa detik kami saling tatap, tak lama dua pasang mata menghilang di antara pepohonan.

Baca juga:  

Sedangkan satu pasang mata lagi masih tak beranjak dari posisi, seperti masih penasaran dengan kami. Aku dan Erer tak bergeming, hingga berlahan anak rusa itu menyingkir, menyusul kedua induknya masuk ke dalam hutan.

Setelah menarik nafas panjang, aku kembali menjalankan motor pelan-pelan. Selang beberapa meter suara Erer baru terdengar.

"Sekilas aku melihat induknya setinggi anak sapi. Kalau anaknya seukuran kambing etawa," kata Erer.

Aku tak merespon pembicaraan Erer karena rasa kagetku masih belum hilang. Dari jauh aku melihat sinar terang yang ternyata adalah pos penjagaan. Lega sekali rasanya. Setelah melapor, kami lanjut ke penginapan.

"Mampir beli makan dulu, dibungkus saja. Mas mau makan apa," tanya Erer.

"Nasi goreng kalau ada. Minumnya air mineral sama kopi," jawabku.

Sesampainya di penginapan Erer langsung mandi. Sementara aku langsung makan karena kelaparan. Ini adalah penginapan sederhana yang hanya memiliki satu kamar mandi, jadi harus antre.

Setelah mandi, Erer menyalakan laptopnya sambil menikmati nasi goreng di ruang tengah.

"Aku download filenya mas, penasaran hasilnya," ujar Erer.

Setelah mandi aku bergabung dengan Erer di ruang tengah.

"Not bad mas, aku suka. Besok kita buat lagi dengan latar belakang gunung Baluran," ucap Erer.

Setelah 'nyeruput' kopi aku masih sempat menikmati beberapa batang rokok. Efek kejut tiga pasang mata masih berasa. Hatiku berkata untung tadi rusa, kalau macan tutul Baluran gimana jadinya.

Berlahan aku mulai tak sadarkan diri. Mataku terpejam dan tertidur pulas di ruang tengah...(Bersambung)

 

Penulis adalah wartawan jatimnow.com

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top